Jakarta, VIVA – Grand Final M7 World Championship Mobile Legends yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 25 Januari 2026, menjadi panggung unjuk kekuatan Aurora Gaming PH.
Menghadapi Alter Ego dalam format best of seven (Bo7), Aurora tampil tanpa cela dan menutup laga hanya dalam empat game.
- MPL Indonesia
Sejak pertandingan pertama, Aurora PH langsung mengendalikan tempo permainan. Mereka unggul dalam rotasi map, penguasaan objektif seperti Turtle dan Lord, serta disiplin dalam team fight.
Dalam pertarungan, Alter Ego yang mencoba bermain agresif justru kerap terjebak dalam strategi rapi yang diterapkan tim Filipina tersebut.
Alter Ego Kesulitan Mengembangkan Permainan
Di game kedua dan ketiga, Alter Ego sempat berusaha bangkit dengan variasi draft hero dan pendekatan permainan yang lebih hati-hati. Namun, Aurora PH selalu mampu membaca pergerakan lawan dan memanfaatkan kesalahan kecil untuk mengamankan keunggulan.
Memasuki game keempat, tekanan mental semakin terasa bagi Alter Ego. Aurora kembali mendominasi sejak early game hingga akhirnya menutup pertandingan dan memastikan kemenangan sempurna 4–0 tanpa balas.
Hadiah Besar
Berkat kemenangan ini, Aurora Gaming PH berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 320 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,3 miliar, sementara Alter Ego sebagai runner-up mendapatkan 150 ribu dolar AS atau setara Rp2,5 miliar.
Turnamen M7 sendiri memperebutkan total hadiah mencapai 1 juta dolar AS, menjadikannya salah satu ajang Mobile Legends terbesar sepanjang sejarah.
Keberhasilan Aurora PH juga mendapat sorotan luas dari komunitas esports global. Banyak pengamat menilai kemenangan ini sebagai bukti kekuatan ekosistem Mobile Legends di Filipina yang terus melahirkan tim dan pemain berkualitas dunia.
- MPL ID
Filipina Kian Dominan di Panggung M-Series
Gelar juara M7 ini semakin mempertegas dominasi tim-tim Filipina di ajang M-Series Mobile Legends. Konsistensi permainan, kedalaman strategi, serta mental bertanding yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Aurora Gaming PH meraih titel juara dunia.
Sementara itu, Alter Ego tetap mendapat apresiasi tinggi berkat perjuangan mereka mencapai grand final dan menjadi wakil Indonesia terbaik di turnamen ini.




