Mengenang Capt. Andy: Pilot Senior yang Gugur dalam Tugas, Sosok Loyal dengan Selera Humor Tinggi

suara.com
12 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Capt. Andy Dahananto, pilot ATR 42-500, meninggal dunia setelah kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Maros.
  • Beliau dikenal sahabatnya sebagai sosok sangat loyal dan berdedikasi penuh pada Indonesia Air Transport.
  • Jenazah korban kecelakaan berhasil dievakuasi dan dimakamkan di TPU Ranca Sadang, Tangerang, pada Ahad.

Suara.com - Dunia penerbangan Indonesia berduka atas berpulangnya Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Di mata para sahabat, mendiang bukan sekadar penerbang senior, melainkan simbol dedikasi luar biasa yang jarang ditemukan di era modern.

Capt. Djarot Harnanto, sahabat karib almarhum sejak masa pendidikan, mengenang Andy sebagai sosok yang memiliki loyalitas tanpa batas—baik terhadap profesi maupun instansi tempatnya bernaung.

"Luar biasa, beliau (Andy Dahananto) orang yang sangat loyal terhadap profesi dan instansi. Beliau orang yang punya dedikasi dan loyalitas yang luar biasa," ungkap Capt. Djarot saat ditemui di Tangerang, Banten, Minggu (25/1/2026).

Jejak Kesetiaan di Satu Maskapai

Persahabatan keduanya bermula di kawah candradimuka Juanda Flying School pada tahun 1985-1987. Sebagai rekan satu angkatan dan teman sekamar di asrama, Djarot mengenal betul karakter Andy yang cerdas namun tetap rendah hati.

"Mendiang Andy Dahananto adalah sosok figur orang yang menyenangkan. Dia terkesan humoris, lucu, 'smart' dan sangat santun orangnya," kenang Djarot.

Satu hal yang membuat Djarot kagum adalah rekam jejak karier Andy. Sejak lulus sekolah penerbangan hingga akhir hayatnya, Andy tetap setia mengabdi di Indonesia Air Transport (IAT). Di tengah tren pilot yang kerap berpindah maskapai demi tawaran yang lebih menggiurkan, Andy memilih untuk bertahan.

"Contoh, setelah lulus tahun itu sampai sekarang beliau tidak pernah pindah-pindah. Jadi sangat luar biasa, makanya menurut saya salah satu posisi yang sangat pantas (menjadi panutan)," tambahnya.

Baca Juga: DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest

Canda 'Shampo Kecap' dan Panggilan Video Terakhir

Di balik seragam pilotnya yang gagah, Andy adalah pria humoris yang kerap menjadi sasaran kejahilan sahabatnya. Djarot tertawa kecil saat menceritakan kenangan masa asrama, ketika ia menjahili Andy yang sering memakai shamponya.

"Jadi intinya kami berdua bersahabat itu saling bercanda saja. Sampai sudah tua juga begitu. Karena beliau sosok figur yang saya tidak pernah ada seumur-umur hidup saya," tuturnya penuh haru.

Sebelum tragedi di Gunung Bulusaraung terjadi, komunikasi di antara mereka masih terjalin hangat melalui grup percakapan video. Mereka sempat bertukar kabar mengenai kondisi dunia penerbangan saat ini.

Serpihan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di wilayah pegunungan Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan [Tim SAR]

"Beberapa minggu sebelumnya, kami satu grup itu memang sedikit lumayan aktif. Tapi Insya Allah, beliau gugur saat menjalankan tugas," ujar Djarot.

Perjalanan Terakhir Menuju Keabadian


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cek Harga & Spesifikasi Farizon SV, Jadi Alternatif Toyota Hiace
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Kasatgas Tito Pastikan Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Menteri PU Ajukan Anggaran Rp 74 Triliun untuk Bangun DAM Pascabencana Sumatera
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
TERPOPULER: Riwayat Penyakit Lula Lahfah, Reza Arap Akhirnya Buka Suara
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Akui Terima USD7.000 di Sidang Nadiem Makarim
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.