Wall Street Ditutup Beragam, Investor Menanti Laporan Keuangan Apple-Tesla

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Jumat (23/1). Hal ini didorong oleh ekspektasi investor yang turun akibat anjloknya saham Intel setelah perusahaan itu merilis prospek yang mengecewakan.

Dikutip dari Reuters, Senin (26/1), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 285,30 poin atau 0,58 persen ke level 49.098,71. S&P 500 (.SPX) naik tipis 2,26 poin atau 0,03 persen ke 6.915,61, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) menguat 65,23 poin atau 0,28 persen ke 23.501,24.

Namun demikian, penguatan Nasdaq pada Jumat belum cukup menyelamatkan indeks-indeks utama dari kinerja mingguan yang negatif. Sepanjang pekan, S&P 500 turun 0,36 persen, Dow melemah 0,53 persen, dan Nasdaq turun 0,06 persen.

Salah satu kejutan pada Jumat lalu yang menekan sentimen pasar memang datang dari produsen chip Intel (INTC). Saham Intel anjlok 17 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan dan laba kuartalan di bawah ekspektasi pasar dengan alasan kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, manajer portofolio tim Global Alpha Equity, Julian McManus menilai masih ada pertanda positif bahwa saham sektor produsen chip AI meski Intel tak menunjukkan kinerja yang berhasil.

“Memasuki musim laporan keuangan, kita berada di periode ‘show-me’, di mana perusahaan harus benar-benar menunjukkan pertumbuhan pendapatan untuk membenarkan lonjakan harga saham. Ini akan menjadi periode antara mereka yang berhasil dan yang tertinggal, dan saya pribadi tidak melihat Intel termasuk yang berhasil,” ujarnya.

Pada pekan ini akan ada rilis laporan keuangan dari sejumlah saham Magnificent Seven, termasuk Apple (AAPL), Tesla (TSLA) dan Microsoft (MSFT).

Pada Jumat lalu, sebagian besar saham berkapitalisasi besar memang menguat. Microsoft, Meta, dan Amazon naik antara 1,7 persen hingga 3,3 persen. Sementara Nvidia (NVDA) menguat 1,5 persen setelah adanya laporan bahwa pejabat China memberi tahu Alibaba, Tencent, dan ByteDance bahwa mereka dapat menyiapkan pesanan untuk chip AI Nvidia H200.

Dari indeks S&P 500, tujuh sektor ditutup di zona hijau yang dipimpin oleh sektor material yang naik 0,9 persen Indeks energi naik 0,6 persen pada Jumat dan mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut. Sektor ini juga menjadi yang sektor dengan kinerja terbaik sepanjang pekan dan mencatat kenaikan 10,1 persen sepanjang 2026.

Adapun volume perdagangan di bursa AS pada Jumat lalu mencapai 17,34 miliar saham dibandingkan rata-rata 17,07 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?
• 30 menit laluidntimes.com
thumb
Kemendikdasmen Siapkan Revitalisasi Lebih dari 70 Ribu Sekolah pada 2026
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Reaksi Media-Media Italia saat Emil Audero Ditinggal Bus Cremonese Gara-Gara Wawancara dengan Jurnalis Indonesia
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Respons Gus Alex soal Status Tersangka Kasus Kuota Haji: Saya Jalani Semuanya
• 35 menit lalukumparan.com
thumb
Foto: Viral karena Rusak, JPO Sahabat Daan Mogot Akhirnya Diperbaiki
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.