TABLOIDBINTANG.COM - Film horor Sengkolo: Petaka Satu Suro resmi menorehkan prestasi manis di awal tahun 2026.
Dalam waktu singkat sejak tayang di bioskop Indonesia, film ini berhasil menembus angka 100 ribu penonton, menjadikannya film Indonesia tahun 2026 kelima yang sukses meraih capaian tersebut.
Pencapaian ini menempatkan Sengkolo dalam jajaran film lokal yang mampu menarik perhatian publik di tengah padatnya persaingan layar lebar, mengikuti jejak Alas Roban, Malam 3 Yasinan, Penerbangan Terakhir, dan Uang Passolo yang lebih dulu mencetak angka serupa.
Horor Lokal Masih Jadi Magnet Penonton
Mengangkat mitos kelam malam Satu Suro, Sengkolo: Petaka Satu Suro tampil sebagai horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga atmosfer mistis, tradisi Jawa, dan konflik psikologis karakter.
Formula ini terbukti masih ampuh menggoda penonton Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap horor bernuansa lokal.
Masuknya Sengkolo ke klub 100 ribu penonton menjadi sinyal kuat bahwa genre horor masih menjadi salah satu tulang punggung box office film Indonesia di 2026.
Dengan capaian awal yang cukup menjanjikan, peluang Sengkolo: Petaka Satu Suro untuk melangkah lebih jauh masih terbuka.
Namun jalannya jelas tidak mudah. Persaingan ketat dari film-film baru—baik lokal maupun impor—membuat jumlah layar dan jam tayang bisa menyusut dengan cepat.
Beberapa faktor yang bisa menentukan nasib Sengkolo ke depan antara lain respons penonton dan word of mouth, terutama di media sosial, konsistensi jumlah penonton harian di pekan kedua dan ketiga, hingga ketahanan layar dan showtime di bioskop besar
Jika tren positif mampu dipertahankan, bukan tidak mungkin Sengkolo bisa menembus angka yang lebih tinggi dan memperpanjang napas tayangnya di bioskop.
Satu hal yang pasti, capaian 100 ribu penonton sudah cukup membuktikan bahwa horor Indonesia masih punya taring, dan Sengkolo kini resmi masuk dalam radar persaingan box office nasional.



