Jakarta, VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan seluruh titik banjir di wilayah DKI Jakarta sejak Kamis, telah surut pada Senin dini hari, 26 Januari 2026. Penyusutan jumlah titik banjir telah terjadi sejak Sabtu, seiring menurunnya intensitas hujan pada akhir pekan lalu.
"Kami mencatat hingga Senin pukul 03.00 WIB, seluruh genangan di DKI Jakarta sudah surut," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta.
Data BPBD DKI Jakarta, menyebutkan banjir yang terparah terjadi pada Jumat, dengan semua wilayah di Ibu Kota kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu, semua terkena banjir.
Pada hari yang sama, banjir merendam 143 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara dan Jakarta Pusat dengan ketinggian air yang menggenangi permukiman mulai dari 30-120 cm.
Selanjutnya, pada Sabtu (24/1) meski jumlah RT yang terendam menurun yaitu 90 RT, namun pada saat itu banjir yang menggenangi permukiman terutama di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, mencapai 2,5 karena diperparah dengan meluapnya Sungai Ciliwung.
Yohan menambahkan, berkat kolaborasi antarinstansi pemerintah dan masyarakat sekitar, banjir dapat dipastikan telah surut.
"Kolaborasi BPBD, Dinas SDA, Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan PPSU Kelurahan yang telah mengerahkan personel berikut dengan peralatan pendukung seperti pompa portabel dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air banjir dapat ditangani," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan mmengatakan banjir Jakarta selain dipicu cuaca ekstrem dengan curah hujan deras, genangan juga dipicu oleh luapan sejumlah kali dan Saluran Air Penghubung (PHB).
Setidaknya, pihak BPBD mencatat terjadi luapan di Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali PHB Sulaiman.
Yohan meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, sebab Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem mengakibatkan hujan deras masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.





