BPBD: Seluruh Banjir di Jakarta Sudah Surut

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta beberapa hari terakhir ini menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan seluruh wilayah yang terendam banjir kini sudah surut.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan data itu dihimpun hingga pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Banjir diketahui mulai terjadi sejak Kamis (22/1).

"BPBD mencatat hingga Senin (26/01) pukul 03:00 WIB, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut," kata Yohan kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Baca juga: 5.168 Hektare Sawah di Bekasi Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Yohan mengatakan hal ini berkat kerja sama semua pihak mulai dari BPBD, Dinas SDA, PPSU Kelurahan hingga juga masyarakat. Di mana, katanya, kerja sama itu mulai dari mengerahkan personel untuk menyedot banjir hingga tali-tali air berfungsi.

"Hal ini terjadi berkat upaya kolaboratif yang dilakukan oleh OPD terkait seperti BPBD, Dinas SDA, Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan PPSU Kelurahan yang telah mengerahkan personel berikut dengan peralatan pendukung seperti pompa mobile dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," ujarnya.

"Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya," imbuhnya.

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir. Dalam keadaan darurat, masyarakat bisa menghubungi di nomor 112 yang beroperasi selama 24 jam non-stop.

Langkah Pemprov

Sementara itu, Pemprov Jakarta terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di musim penghujan. Salah satu langkah untuk meminimalisir yakni melalui operasi modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan di Jakarta.

"Operasi modifikasi cuaca (OMC) kami memperpanjang pelaksanaan OMC hingga 27 Januari 2026, bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU. Operasi ini dilakukan secara intensif (bahkan hingga 3 kali sehari di beberapa periode) untuk menekan potensi hujan ekstrem dan mengurangi volume curah hujan yang bisa memicu banjir," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim saat dihubungi, Minggu (26/1).

Chico menambahkan, pihaknya juga mengoptimalkan ratusan pompa dan infrastruktur pengendali banjir di titik-titik rawan banjir yang nantinya akan bekerja selama 24 jam non-stop. Selain itu, normalisasi sungai dan waduk juga terus digenjot.

"Saat ini kami genjot normalisasi sekitar 185 sungai dan 15 waduk, dengan target penyelesaian sebagian besar pada Maret 2026. Khususnya, normalisasi tiga sungai utama: Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama, termasuk pengerukan lumpur, pelebaran, dan pengembalian fungsi aliran agar kapasitas tampung air meningkat," jelasnya.

Baca juga: Jakarta Masih 'Dihantui' Banjir, Ini Sederet Langkah Pemprov DKI




(whn/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saham RMKO Bergerak di Bidang Apa? Kontraktor Tambang, Begini Lini Bisnisnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendagri Dorong Relokasi Warga dan Perbaikan Tata Ruang Pascabencana Longsor Bandung Barat
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Gempa M 2,7 Guncang Bekasi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Reza Arap Beri Keterangan ke Polisi Soal Kematian Lula Lahfah Hari Ini, Fakta Baru akan Terungkap?
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN UIT JBM Bagikan Ratusan Kilogram Pupuk Kompos Gratis di Gresik, Semarakkan Peringatan Bulan K3 Nasional
• 3 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.