Kakorlantas Gelar Operasi Keselamatan Jelang Mudik 2026, Ini Sasarannya

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Keselamatan sebagai langkah cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat atau mudik Lebaran 2026. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa fokus utama operasi kali ini adalah menekan angka kecelakaan dan melindungi pengguna jalan.

Operasi Keselamatan 2026 rencananya akan dimulai awal Februari selama dua pekan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan disiplin berkendara agar persiapan menuju mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua," ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Kakorlantas Fokus Penegakan Hukum Digital Lewat ETLE, Wujud Pelayanan Polri Modern

Sebagai upaya cipta kondisi sebelum Ops Ketupat 2026, Korlantas juga memberikan perhatian khusus pada gangguan kamtibmas di jalan raya. Salah satu yang menjadi sasaran utama adalah aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.

"Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point," kata Irjen Agus.

Pemeriksaan di check point tersebut bertujuan untuk memastikan kelaikan kendaraan (ram check) serta memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan pengemudi sebelum memasuki masa puncak arus mudik.

Irjen Agus menjelaskan bahwa seluruh langkah pengamanan ini didukung oleh sistem penegakan hukum digital yang modern. Penggunaan ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi menjadi instrumen utama untuk memastikan penindakan berjalan transparan.

"Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data, sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern," jelas jenderal bintang dua tersebut.

Ia menambahkan bahwa ETLE bukan sekadar alat untuk menilang, melainkan sarana untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat.

Semboyan 'Senyum Polantas adalah Marka Utama'

Di tengah ketegasan penegakan hukum digital, Irjen Agus tetap mewanti-wanti jajarannya untuk menjaga karakter humanis. Ia menekankan bahwa pelayanan Polantas di tahun 2026 harus dirasakan sebagai perlindungan, bukan ancaman.

"Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis. Sesuai prinsip kita: 'Senyum Polantas adalah Marka Utama'," tegas Irjen Agus.

Baca juga: Kakorlantas Pastikan Kesiapan Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani Jelang Mudik 2026




(hri/whn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rayakan Hari Jadi ke-5, Vasaka Maison Bandung Sukses Gelar Maison Fun Run 2026
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Retribusi Pasar Dinilai Mencekik, Pedagang Madiun Mengadu ke Senator Lia Istifhama
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wamen Sebut Menteri KKP Pingsan karena Kecapekan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Manfaat Madu, Kurangi Kecemasan hingga Menambah Daya Ingat
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
TERPOPULER: Riwayat Penyakit Lula Lahfah, Reza Arap Akhirnya Buka Suara
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.