Pilu Penyerahan Jenazah-Pemakaman Korban Pesawat ATR

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Suasana pilu dan tangis menyelimuti upacara penghormatan dan pelepasan terhadap kapten pesawat serta dua pegawai KKP yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.

Pesawat rute Yogyakarta-Makassar itu hilang kontak dan terjatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam peristiwa tersebut, seluruh 10 orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga pegawai KKP yang menjadi penumpang.

Tiga jenazah disemayamkan dalam upacara yang berlangsung di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

Ketiganya adalah Kapten Andy Dahananto selaku pilot pesawat, serta dua pegawai KKP, Ferry Irawan dan Yoga Naufal.

Ferry Irawan merupakan pegawai KKP berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas. Sementara itu, Yoga Naufal bertugas sebagai Operator Foto Udara.

Keduanya merupakan bagian dari tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang tengah menjalankan tugas pengawasan.

Upacara tersebut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono sebagai inspektur upacara, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk), serta keluarga.

Haru dan isak tangis keluarga menyelimuti upacara persemayaman itu. Tampak para keluarga berpelukan untuk saling menenangkan. Dirjen Ipunk juga terlihat mendatangi para keluarga korban dan memeluk mereka satu per satu.

Menteri KP Wahyu Trenggono Pingsan

Di tengah upacara, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan. Tubuhnya yang semula berdiri tegak, mendadak oleng dan jatuh. Suara keras sempat terdengar saat Trenggono jatuh.

Ia pingsan tepat setelah prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga untuk dimakamkan secara negara.

Sejumlah pegawai langsung memberikan pertolongan dan menggotong Trenggono ke ruangan lain. Tampak petugas membawa tandu serta tabung oksigen untuk memberikan penanganan awal kepada Trenggono.

Jalannya upacara persemayaman kemudian dilanjutkan dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan menggantikan Trenggono sebagai inspektur upacara.

Ucapan Terima Kasih

Dalam upacara tersebut Didit menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim pencari dan evakuasi.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Perhubungan (Dudy Purwaghandi), Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman), Kepala Basarnas (Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii), Kapolda (Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro), Panglima Kodam Hasanuddin (Mayjen TNI Bangun Nawoko), serta seluruh aparat dan seluruh relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah,” ujar Didit saat upacara persemayaman di AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

“Guna usaha melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama lebih kurang tujuh hari,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para korban yang gugur saat menjalankan tugas negara.

“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan, turut berduka cita yang sangat dalam atas gugurnya tujuh kru pesawat ATR 42-500 dan pegawai Kementerian Kelautan Perikanan yang telah mengalami kecelakaan pada tanggal 17 Januari 2026 dalam rangka kegiatan operasi pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia,” tuturnya.

Didit menegaskan, para korban layak mendapat penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas.

Selain penghormatan, KKP memastikan pemenuhan hak bagi keluarga korban yang ditinggalkan, termasuk dukungan pendidikan bagi anak almarhum.

Tangis Keluarga

Ketiga korban meninggal dunia tersebut dimakamkan di pemakaman yang berbeda. Ferry Irawan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (25/1) pukul 10.26 WIB. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.

Sang ibunda, Laila Tabri, tampak menahan air mata saat berdiri di depan pusara anaknya. Ia memberikan pesan terakhir untuk sang anak tercinta.

“Bangga mama sama kamu, nak. Apa kata mama kamu nggak pernah melawan. Apa kata mama kamu nggak pernah ngejawab,” kata Laila.

“Bangga mama sama kamu nak. Selamat jalan ya nak. Ketemu nanti kita di surganya,” lanjutnya.

Selain sang ibunda, anak Ferry menangis di depan makam ayahnya sambil memeluk foto sang ayah. Isak tangis anak tersebut membuat suasana pemakaman semakin pilu.

Salah satu keponakan Ferry turut membacakan QS Al-Baqarah ayat 156 di depan makam. Ayat suci tersebut dibacakan dengan suara bergetar, diselingi tangis, sebagai doa perpisahan terakhir bagi almarhum.

Kondisi Menteri KP

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto, memastikan kondisi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sudah stabil usai pingsan. Trenggono akan kembali bekerja pada Senin (26/1).

“Aman Bapaknya, sudah baikan, kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta,” jelas Doni saat dihubungi kumparan.

“Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara,” lanjutnya.

Kondisi Trenggono stabil dan baik-baik saja. Ia telah ditangani dengan baik.

“Perlu kami sampaikan bahwa kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik,” ujar Doni.

“Menteri memahami bahwa kehadiran, doa, dan perhatian di saat duka memiliki makna yang sangat penting. Oleh karena itu, beliau tetap berupaya hadir sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, seraya tetap menjaga dan memulihkan kondisi kesehatan sesuai anjuran,” sambung dia.

Trenggono sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi aman.

Saat dirawat di rumah sakit Trenggono sempat menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto. Momen itu dibagikan Trenggono dalam Instagram pribadinya.

"Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini," tulis Trenggono.

Eks Wamenhan era Prabowo ini mengatakan, kondisinya saat ini baik-baik saja.

"Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulilah observarsi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan," tulis Trenggono.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sedikit Lagi Sentuh Angka Rp3 Juta! Harga Emas Hari Ini 26 Januari 2026 Meroket Gila-gilaan, Harganya Jadi Rp2.917.000 per Gram
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Padang Panjang–Bukittinggi Libatkan Truk Trailer, 6 Orang Meninggal
• 3 menit lalugenpi.co
thumb
Toyota Tarik Kembali 162.000 Mobil Pikap, Ada Kesalahan Fatal Apa?
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Longsor Cisarua, BNPB: 17 Orang Meninggal Dunia
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Suspensi Dua Saham Dicabut Awal Pekan, GRPM Pindah ke Papan FCA
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.