Jakarta: Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai calon Deputi Gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR siang ini.
Dicky mendapat calon nomor urut dua setelah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (Asisten Gubernur) Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro, yang sudah memaparkan visi misinya pada Jumat, 23 Januari 2026.
Dicky mengawali karier di Bank Indonesia sejak 1995. Pria kelahiran Jakarta, 1967 tersebut menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak 2023.
Sebelumnya, Dicky pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola (2022-2023), Kepala Pe?rwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia London (2020-2022), dan Pegawai Setingkat Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia London (2020-2022).
Dicky menyelesaikan pendidikan sarjana di Bidang Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994. Dicky melanjutkan Pendidikan di George Washington University dan mendapatkan gelar Master di Bidang Project Management pada 1999.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono. Foto: dok BI.
Baca Juga :
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI Berlanjut Hari Ini, Thomas Djiwandono TerakhirMengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dicky memiliki total kekayaan sebesar Rp8.397.804.023. Adapun rincian harta kekayaan Dicky sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan sebesar Rp6.725.000.000.
- Alat transportasi dan mesin Rp686.000.000.
- Harta bergerak lainnya Rp552.500.000.
- Kas dan setara kas Rp781.515.521.
- Utang Rp347.211.498.
Baca Juga :
Siapa Solikin M. Juhro? Ini Rekam Jejak Calon Deputi Gubernur BIKomisi XI DPR akan melanjutkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI hari ini. Berdasarkan jadwal, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono atau Tommy akan mendapat giliran kedua alias yang terakhir untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan pejabat bank sentral tersebut.
Sebelum Tommy, Komisi XI DPR akan melakukan fit and proper test kepada calon nomor urut dua, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur BI Dicky Kartikoyono. Sementara calon nomor urut tiga, yakni Solikin M. Juhro, telah lebih dulu dilakukan fit and proper test pada Jumat, 23 Januari 2026.
"Sekitar setelah makan siang berarti yang pertama yang nomor (urut) 2 (Dicky Kartikoyono) karena kita ambil dari bawah. Kemudian kedua dan yang terakhir nomor 1 Pak Thomas," jelas Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun di Gedung Parlemen, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Misbakhun menjelaskan, terpisahnya pelaksanaan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI lantaran pada Jumat harinya terlalu pendek. Terlebih, terdapat tiga kandidat yang kemungkinan akan menyita banyak waktu dalam prosesnya.
Setelah rangkaian fit and proper test kelar, Komisi XI DPR pada malam hari ini akan langsung mengambil keputusan untuk dibawa ke rapat paripurna pada Selasa, 27 Januari 2026.
"Jumat dan Senin (fit and proper test). Jumat karena harinya pendek kemungkinan cuma satu (calon) dan Senin kita putuskan ada dua (calon), nanti sekalian pengambilan keputusan, supaya pada Selasa bisa langsung ditetapkan sebagai paripurna. Fit and proper test terbuka," tutur dia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483255/original/011253700_1769349620-ffc88946-04a5-4e8a-bcad-b007cb5396c1.jpg)
