Pantau - Dapur umum lapangan bencana tanah longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat memproduksi sekitar 4.500 paket makanan per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi.
Dapur umum tersebut didirikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana Kementerian Sosial dan berlokasi di SDN 1 Pasirlangu, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dapur umum melayani kebutuhan konsumsi pengungsi sebanyak tiga kali makan setiap hari selama masa tanggap darurat bencana.
“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ungkap Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin.
Kementerian Sosial mengonfirmasi bencana tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu pada Sabtu, 24 Januari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Longsor terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua sehingga kondisi tanah di kawasan lereng curam menjadi jenuh air dan memicu pergerakan tanah.
Pergerakan tanah tersebut menimpa permukiman warga dan mengakibatkan sebanyak 498 jiwa mengungsi hingga Minggu, 25 Januari malam.
Para pengungsi sementara ditampung di aula Kantor Desa Pasirlangu dengan 34 kepala keluarga atau 113 jiwa tercatat terdampak langsung.
Sekitar 30 unit rumah warga di Kampung Pasirkuning dan sekitarnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.
Bantuan dari Kementerian Sosial meliputi tenda serbaguna, tenda keluarga, kasur, selimut, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, makanan anak, family kit, kids ware, serta paket sandang anak dan dewasa.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, dan unsur terkait lainnya masih melanjutkan pencarian korban hilang serta penanganan dampak bencana di lokasi kejadian.


