Pengamat Apresiasi Ketegasan Munafri Arifuddin Menata Pakir Liar, Pasar Ilegal, hingga PK-5 di Kota Makassar

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Langkah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam menertibkan berbagai persoalan klasik perkotaan mendapat apresiasi dari pengamat kebijakan publik, Ras MD.

Penertiban terhadap parkir liar, pasar ilegal, hingga pedagang kaki lima (PK-5) yang menggunakan trotoar dinilai sebagai kebijakan yang tak terhindarkan jika Makassar ingin dibangun sebagai kota yang bersih, tertata, dan ramah bagi seluruh warganya.

Menurut Ras MD, ketegasan kepala daerah dalam menjaga ketertiban umum bukanlah bentuk arogansi kekuasaan, melainkan amanah undang-undang yang memang harus dijalankan.

“Penataan ruang kota dan perlindungan hak pejalan kaki, kata dia, merupakan kewajiban pemerintah daerah yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan jangka pendek,” ujar Ras MD, Senin (26/01/2026).

Ia mengakui, setiap kebijakan penertiban hampir selalu memunculkan resistensi dari kelompok tertentu yang merasa dirugikan.

“Namun saya meyakini mayoritas warga Kota Makassar justru mendukung langkah tersebut, karena merasakan langsung dampak negatif dari kondisi kota yang tidak tertib dan kehilangan fungsi ruang publik,” jelasnya.

Meski begitu, Ras MD menegaskan bahwa ketegasan wali kota tidak boleh berjalan sendiri. Dukungan penuh dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menjadi faktor kunci agar kebijakan penertiban dapat berjalan efektif dan adil di lapangan.

“Koordinasi lintas OPD, kejelasan prosedur, serta solusi pasca-penertiban harus disiapkan. Jangan sampai kebijakan hanya keras di awal, tetapi lemah dalam implementasi,” kata Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia itu.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan. Menurutnya, penataan kota tidak boleh bersifat sesaat atau musiman. Ketegasan yang hanya muncul di awal masa kebijakan, lalu mengendur di tengah jalan, berpotensi membuat persoalan lama kembali terulang.

“Menata kota memang tidak selalu menghadirkan tepuk tangan. Namun justru di situlah kepemimpinan diuji. Ketegasan yang konsisten dan didukung birokrasi yang solid adalah satu-satunya jalan agar Makassar berhenti dikelola dengan kompromi dan mulai ditata dengan keberanian,” pungkas Ras MD. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Basarnas Ungkap Kendala Evakuasi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Dua Polisi Jadi Korban Lakalantas Saat Menuju Lokasi Longsor Cisarua Bandung
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
8 Fakta Bencana Longsor Cisarua Telan Korban Jiwa
• 16 jam laludetik.com
thumb
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga di Indonesia Masters 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tito Sebut Lokasi Longsor KBB tak Layak Permukiman, Minta Kepala Daerah Rinci Titik Rawan Bencana
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.