FAJAR, SURABAYA – Kombinasi manajemen yang sehat dan kecerdasan taktik membawa Persebaya Surabaya tampil beringas. Melumat PSIM Yogyakarta 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (25/1/2026).
Kondisi gaji yang lancar di bawah manajemen baru terbukti meningkatkan fokus tim. Buktinya, taktik transisi cepat Bernardo Tavares berjalan sukses dan gacor.
Selain itu, mengantarkan dua pemain asing baru langsung mencetak gol dalam laga perdana mereka di putaran kedua Super League 2025/2026 ini. Gol Green Force dicetak pemain debutan Bruno Paraiba dan Jefferson Silva. Disempurnakan Rahmat Irianto.
Bernardo Tavares benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pelatih elite. Meski penguasaan bola tim Green Force hanya menyentuh angka 20 persen, efisiensi serangannya sangat mematikan.
Puncaknya, keberanian Tavares memasukkan tenaga baru berbuah manis. Dua pemain yang baru saja didatangkan di bursa transfer langsung mencatatkan nama di papan skor. Ini membuktikan bahwa adaptasi bukan masalah bagi mereka.
“Tim kami berkembang pesat di babak kedua, terutama para pemain yang baru masuk ke dalam permainan. Mereka memberikan dampak instan,” ujar mantan pelatih PSM Makassar tersebut dengan nada puas usai pertandingan.
Statistik Mematikan
Persebaya tampil sangat klinis. Dari 12 tembakan yang dilepaskan, 6 di antaranya tepat sasaran dengan nilai expected goals (xG) mencapai 2,7.
Hal ini menandakan setiap peluang yang diciptakan Persebaya adalah ancaman yang sangat berbahaya bagi gawang lawan.
Di sisi pertahanan, kolektivitas tim juga terlihat solid. Tercatat ada 29 intersep dan 20 sapuan yang dilakukan untuk memastikan PSIM Yogyakarta tidak mampu membalas.
Kemenangan ini sekaligus menjaga rekor disiplin Persebaya yang hanya melakukan 7 pelanggaran sepanjang laga.
Mengapa Persebaya Tangguh Saat Ini?
Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan. Ada korelasi kuat antara kebijakan manajemen dan performa di lapangan hijau.
Dalam sepak bola profesional, kepastian hak (gaji) adalah fondasi mental. Dengan “mode gaji lancar”, para pemain tampil tanpa beban pikiran luar lapangan. Ketenangan ini memungkinkan instruksi rumit dari Tavares diserap dengan sempurna oleh Bruno Moreira dkk.
Tavares tidak peduli dengan statistik penguasaan bola. Taktik yang sama dipakai saat menjadi arsitek PSM Makassar.
Ia lebih mengutamakan positional play yang disiplin. Menarik lawan untuk menyerang lalu memukul balik lewat transisi kilat adalah senjata utama yang membuat PSIM kelimpungan.
Masuknya dua pemain debutan yang langsung mencetak gol menunjukkan bahwa manajemen dan pelatih satu visi dalam bursa transfer. Pemain yang didatangkan adalah mereka yang “siap pakai” dan sesuai dengan skema permainan cepat Tavares.
Kini, persaingan internal di skuad Persebaya kini semakin sehat. Setiap pemain, termasuk debutan, merasa memiliki kesempatan yang sama, sehingga intensitas permainan tetap terjaga hingga menit akhir. (*)



