Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, Bhabinkamtibmas tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga menjadi wajah Polri yang humanis dan melayani. Bahkan, kadang kala disebut sebagai Superman.
“Bhabinkamtibmas adalah tampilan Polri yang humanis dan melayani, dan mereka menjadi salah satu Polri yang serba bisa, dan kadang kala disebut Superman,” kata Sigit dalam rapat kerja dengan Komisi III dan Kapolda se-Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).
Sigit menjelaskan, penguatan peran Bhabinkamtibmas terus dilakukan melalui pendekatan problem oriented policing, mulai dari membangun kemitraan dengan masyarakat hingga melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Namun, Listyo mengakui jumlah Bhabinkamtibmas saat ini baru mencapai sekitar 49 persen dari kebutuhan ideal. Karena itu, Polri menargetkan pemenuhan personel agar konsep satu desa atau satu kelurahan satu Bhabinkamtibmas dapat terwujud.
“Saat ini jumlahnya masih 49%, oleh karena itu kita harus melayani hampir seluruh desa untuk mendorong konsep satu desa satu kelurahan,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Polri melakukan berbagai strategi, mulai dari rekrutmen dengan kompetensi khusus hingga penugasan bintara senior dan personel dari fungsi lain untuk menjadi Bhabinkamtibmas.
“Mereka melaksanakan tugas mulai dari door to door, problem solving, dan deteksi dini,” kata Sigit.
Bentuk Polisi RW
Di wilayah perkotaan, Polri juga membentuk Polisi RW untuk memperluas jangkauan pelayanan. Saat ini, jumlah Polisi RW tercatat mencapai 130.726 personel yang melayani 357.361 RW di seluruh Indonesia.
Sigit juga menyoroti kiprah anggota Bhabinkamtibmas yang dinilai berdedikasi tinggi, salah satunya dari Polsek Samarinda Ulu. Anggota tersebut mendapat penghargaan berupa kesempatan sekolah dan kenaikan pangkat.
“Dan saat ini yang bersangkutan kami berikan penghargaan untuk bisa sekolah, dan yang awalnya berpangkat Aipda atau Aiptu, saat ini sudah menjadi Ipda. Dan dia memiliki kegiatan sampingan melaksanakan kegiatan gali kubur secara gratis untuk masyarakat,” tutur Listyo.
Selain itu, Polri juga mengembangkan BOS v2 sebagai sistem untuk menerima laporan, mengevaluasi kinerja Bhabinkamtibmas, serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan dialog dan patroli, seperti Jumat Curhat, Minggu Kasih, hingga Patroli Perintis Kota dan Patroli Perintis Presisi.
“Ini untuk mewujudkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, memberikan pelayanan, memberikan rasa aman, membangun kemitraan, melakukan problem solving, dan mencegah gangguan Kamtibmas,” pungkasnya.




