Diancam Trump Tarif 100%, Kanada Tetap Lanjutkan Diversifikasi Dagang

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Kanada menegaskan tidak akan mengendurkan upaya diversifikasi perdagangan dari Amerika Serikat (AS), meskipun kembali mendapat ancaman tarif dari pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney melalui media sosial pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat. Trump menyatakan akan mengenakan tarif 100% terhadap seluruh produk asal Kanada apabila negara tersebut menjadi “pelabuhan transit” bagi ekspor China ke AS.

Ancaman itu muncul sebagai respons atas kesepakatan terbaru Kanada dengan China, yang mencakup penurunan tarif kendaraan listrik asal China sebagai imbalan atas konsesi perdagangan di sektor pangan, termasuk kanola dan daging sapi.

Merespons hal tersebut, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand, menegaskan Kanada tidak tengah menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas dengan China.

Namun, dalam wawancara dengan Canadian Broadcasting Corp. pada Minggu, dia menyatakan negaranya tidak memiliki pilihan selain melanjutkan strategi untuk menggandakan ekspor non-AS dalam 10 tahun ke depan.

“Kami perlu melindungi dan memperkuat perekonomian Kanada, dan diversifikasi perdagangan merupakan fondasi utama. Itulah alasan kami menjalin kerja sama dengan China, itulah sebabnya kami akan ke India, dan itulah mengapa kami tidak akan menaruh semua telur dalam satu keranjang," ujar Anand dikutip dari Bloomberg, Senin (26/1/2026).

Baca Juga

  • Trump Ancam Kanada Tarif 100% Jika Jalin Kesepakatan Dagang dengan China
  • Kanada Siap Kirim Pasukan ke Greenland untuk Lawan AS
  • Eropa-Kanada Kompak Dukung Greenland, Tolak Klaim Trump

Menteri Energi Kanada Tim Hodgson dijadwalkan menghadiri konferensi energi di Goa, India bagian barat, serta menggelar pertemuan dengan pelaku industri dan pejabat pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kedua negara diperkirakan akan membahas peluang kerja sama dan potensi kesepakatan di sektor mineral kritis, uranium, dan gas alam cair (LNG), mengingat Kanada memiliki cadangan sumber daya tersebut dalam jumlah besar. Selain itu, Carney juga berencana mengunjungi India dalam waktu dekat serta melakukan lawatan ke Australia pada Maret mendatang.

Meski demikian, Anand menekankan hubungan Kanada dan AS tetap kuat dan diyakini akan berlanjut. Hubungan perdagangan bilateral kedua negara merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, sepanjang 10 bulan pertama tahun lalu, AS mengekspor barang senilai sekitar US$280 miliar ke Kanada—tertinggi dibandingkan negara lain—serta mengimpor US$322 miliar dari Kanada, meskipun ketegangan tarif terus berlangsung.

Industri otomotif kedua negara juga sangat terintegrasi, yang menjadi salah satu alasan mengapa kesepakatan Kanada dengan China—meski dibatasi hanya 49.000 unit kendaraan listrik China per tahun—memicu kekhawatiran di AS.

“Kami memiliki pasar yang sangat terintegrasi dengan Kanada. Barang bisa melintasi perbatasan hingga enam kali selama proses manufaktur. Kami tidak bisa membiarkan Kanada menjadi celah masuk bagi barang murah China ke AS," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Retaknya hubungan Amerika Utara dinilai mengandung risiko ekonomi yang jauh lebih besar bagi Kanada, mengingat ukuran ekonominya lebih kecil dan tingkat diversifikasinya lebih terbatas.

“Jika tarif 100% benar-benar diberlakukan, itu akan menjadi bencana. Pertanyaannya, seberapa besar kemungkinan hal itu terjadi?” kata Randall Bartlett, wakil kepala ekonom Desjardins Group.

Menurut Bartlett, Trump kerap melontarkan ancaman tarif yang kemudian ditarik kembali, sehingga kemungkinan penerapannya dinilai sangat kecil.

Namun demikian, Trump kembali mengunggah pernyataan terkait Kanada dan China pada Minggu sore melalui Truth Social. 

“China berhasil dan sepenuhnya mengambil alih negara yang dulu hebat, Kanada. Sangat menyedihkan melihat ini terjadi. Saya hanya berharap mereka membiarkan olahraga hoki es tetap utuh!” tulis Trump.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Balas Dendam, Aurelie Moeremans Akui Menang Lewat Broken Strings, Selamatkan 23 Juta Pembaca dari Jerat Child Grooming
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Arteta Tak Peduli Diejek Suporter Arsenal Setelah Dibungkam Manchester United
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Solusi Sehat Turunkan Kolesterol
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keterangan Tim SAR Evakuasi Korban Longsor-Jenazah di Bandung Barat
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Taiwan Siaga Penuh Usai Jenderal Tangan Kanan Xi Jinping Diselidiki
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.