Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik naik (rebound) setelah mengalami koreksi cukup dalam pada pekan lalu. IHSG menguat 21,10 poin atau 0,23 persen ke level 8.972,11 pada akhir sesi pertama perdagangan Senin, 26 Januari 2026.
IHSG sempat menyentuh level 9.058 sebagai titik tertinggi intraday dan bergerak ke area 8.958 sebagai titik terendahnya. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 20,83 triliun dengan total perdagangan sebanyak 2,31 juta transaksi dan volume transaksi mencapai Rp 30,32 miliar.
Kenaikan IHSG ditopang lonjakan drastis sektor bahan baku sebesar 4,47 persen. Sektor transportasi dan konsumer non-siklikal juga mencetak lonjakan signifikan, masing-masing 2,30 persen dan 0,38 persen.
Sebaliknya, sejumlah sektor terpantau terkoreksi cukup dalam. Sektor industri melemah 1,59 persen, sektor properti menyusut 1,55 persen, dan sektor energi merosot 1,40 persen.
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pembentukan histogram negatif pada MACD terus berlanjut. Sementara itu, indikator stochastic RSI berada pada oversold area.
- VIVA/M Ali Wafa
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.950-9.000 pada perdagangan sesi kedua," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Senin, 26 Januari 2026.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan sejumlah saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45 sebagai berikut.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM melesat dua digit, yakni sebesar 12,82 persen atau 550 poin hingga menembus level 4.840.
PT Amman Mineral Internasional (AMMN)
Saham AMMN melambung sebesar 7,64 persen atau 550 poin menjadi 7.750.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Hasil positif juga dicetak saham konglomerasi yang dikendalikan oleh Sinar Mas Grup. Saham DSSA menguat 5,22 persen atau 5.450 ke area 109.950.





