BTN (BBTN) Bidik Kenaikan Laba Bersih hingga 22% pada 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) memasang target pertumbuhan kinerja yang agresif pada 2026, termasuk membidik laba bersih naik dobel digit.

Dalam rencana bisnis 2026 yang dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (26/1/2026) yang dipaparkan Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu, BTN menargetkan pertumbuhan laba bersih (net profit growth) sebesar 20%–22%. 

Sebagai gambaran, BTN meraih laba bersih Rp3,5 triliun pada 2023 dan turun 14,1% year-on-year (YoY) menjadi Rp3 triiun pada 2024. Sepanjang Januari-September 2025, laba bersih BTN tercatat naik 10,6% YoY dari Rp2,08 triliun menjadi Rp2,3 triliun.

Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit (loan growth) dipatok di kisaran 8% sampai dengan 9%. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan 7% sampai dengan 8%.

Emiten berkode saham BBTN Itu juga menargetkan efisiensi biaya dana dengan cost of fund di bawah 3,6%. Dari sisi kualitas aset, BTN membidik cost of credit di level 1,0%–1,2% dan menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah 3,0%.

Untuk menopang target tersebut, BTN telah menyiapkan sejumlah aksi korporasi strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026 dengan total nilai mencapai belasan triliun rupiah.

Baca Juga : Prospek BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN Menurut Danantara dan Outlook Perbankan 2026

Pertama, BTN akan melakukan penguatan permodalan sebesar Rp2 triliun yang direncanakan terealisasi pada semester II/2026. 

Kedua, perseroan akan melakukan penerbitan wholesale funding senilai Rp4 triliun, yang akan dilakukan secara bertahap pada semester I hingga semester II/2026.

Selain itu, BTN juga berencana melakukan ekspansi bisnis melalui pembentukan anak usaha. 

Perseroan akan mendirikan anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar, yang ditargetkan berjalan pada semester II/2026.

Tak hanya itu, BTN juga menyiapkan rencana pendirian anak usaha perusahaan pembiayaan dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun sampai dengan Rp5 triliun, yang juga ditargetkan terealisasi pada semester II/2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korea Denda Konten AI Tanpa Label, Bagaimana di Indonesia?
• 54 menit lalukompas.id
thumb
Immanuel Ebenezer Peringatkan Menkeu Purbaya: Akan di-Noel-kan, Karena Ganggu Pesta Anjing Liar
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Debut Gila Carrick, MU Gaspol Lawan Tim Papan Atas
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Pemengaruh Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan, Polisi Dalami Kondisi Kesehatan
• 3 jam lalupantau.com
thumb
AWG Minta Prabowo Tarik Diri dari Skema Trump di Dewan Perdamaian
• 22 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.