JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kinerja kepolisian sepanjang 2025 yang telah memblokir 241.013 situs dan konten judi online (judol).
Capaian tersebut disampaikan Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
"Kita berhasil mengungkap 665 perkara, menetapkan 741 tersangka, menyita aset senilai Rp 1,5 triliun, memblokir 5.961 rekening, dan 241.013 situs konten judi online," ujar Sigit dalam rapat kerja, Senin.
Baca juga: Kapolri: Sangat Ideal Polri di Bawah Presiden RI
Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyampaikan bahwa terdapat sejumlah hal yang menjadi faktor menjamurnya judi online, yakni pengangguran, FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan, kesejahteraan, pendidikan rendah, hingga pengetahuan soal teknologi.
"Tantangan terkait dengan pemberantasan ini karena di masing-masing negara memiliki legalitas yang berbeda-beda. Termasuk server, lintas transaksi, peraturan, dan pajak yang berbeda," ujar Sigit.
Di samping itu, kepolisian juga menemukan pola transaksi yang melibatkan banyak rekening, termasuk rekening perusahaan cangkang di dalam dan luar negeri.
"Namun demikian, Polri terus mengoptimalkan upaya-upaya untuk terus memberantas judi online. Baik mulai pengungkapan website judi online beberapa waktu lalu," tegas Sigit.
Baca juga: Rapat dengan Kapolri Sigit, Ketua Komisi III Sorot Represivitas Aparat
"Termasuk juga kita melakukan berbagai macam upaya untuk mengungkap TPPU (tindak pidana pencucian uang)," sambungnya menegaskan.
Kehilangan Rp 133 TriliunSebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar AS atau setara Rp 133,19 triliun (kurs Rp 16.649 per dollar AS) setiap tahun akibat praktik judi online.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi kedua APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/11/2025).
“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” kata Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Perpol Atur Penugasan Polisi Luar Polri, Kapolri: Bukan melawan Putusan MK
Prabowo menyoroti pentingnya kerja sama internasional untuk menekan kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, hingga perjudian daring yang dinilainya merugikan ekonomi nasional.
Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat.
“Kami ingin berpartisipasi dalam semua inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga ingin memberdayakan usaha kecil serta memperkuat sistem kesehatan kami dalam menghadapi perubahan demografi,” ujar Prabowo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


