Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui persoalan tata ruang di Jakarta merupakan masalah lama yang sulit diubah dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak perumahan dibangun di wilayah berkontur tanah rendah.
Menurutnya, kondisi ini membuat pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.
Advertisement
“Sekarang ini yang jadi problem, di Jakarta ini kan tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk diubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah given. Termasuk di tempat ini,” kata Pramono di Kali Sepak, Kembang, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).
Meski begitu, dia menekankan persoalan utama yang harus segera dibenahi bukan hanya soal kepadatan tata ruang, tetapi juga perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan padat dan sekitar saluran air.
“Nah yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan. Tadi teman-teman waktu masuk kan pasti ada tumpukan sampah,” ujar dia.




