Penulis: Sintha Puspita
TVRINews, Konawe
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, disiapkan sebagai kawasan percontohan ekonomi biru berbasis pesisir. Setelah pembangunan fisiknya hampir rampung, kawasan ini diarahkan bukan hanya sebagai tempat sandar perahu, tetapi juga sebagai pusat produksi, pengolahan, dan distribusi komoditas laut dari Perairan Banda.
KNMP Sorue Jaya merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam merevitalisasi kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia. Berbagai fasilitas telah dibangun, mulai dari dermaga, tempat pelelangan ikan, pabrik es, cold storage, gudang pengolahan, hingga area usaha bagi UMKM pesisir.
Melalui dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, para nelayan yang sebelumnya tinggal di rumah semi permanen di kawasan tersebut juga mendapatkan hunian baru berupa 100 unit rumah layak permanen, setara tipe subsidi 36.
Kepala Desa Sorue Jaya, Herman, menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya negara dan pemerintah setempat dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, keberadaan KNMP telah mengubah pola pikir masyarakat nelayan yang sebelumnya hanya berfokus pada menangkap dan menjual ikan.
“Melalui pengelolaan KNMP, kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di Sorue Jaya meningkat. Kami bercita-cita menjadikan KNMP Sorue Jaya sebagai kampung nelayan yang sangat maju,” ujar Herman.
Sementara itu, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Mohammad Rais, menilai keberadaan KNMP Sorue Jaya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir maupun lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi biru tidak hanya terkait produksi hasil laut, tetapi juga melibatkan multisektor seperti pariwisata dan UMKM lokal.
“Dengan integrasi kampung nelayan ini, warga pesisir akan semakin berdaya seiring meningkatnya produktivitas kawasan,” ungkapnya.
KNMP Sorue Jaya diproyeksikan menjadi pusat ekonomi biru baru di Sulawesi Tenggara. Dengan fasilitas yang hampir sepenuhnya siap, keberhasilan kawasan ini ke depan sangat bergantung pada tata kelola koperasi, keterlibatan aktif para nelayan, serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya laut.
Editor: Redaktur TVRINews



