Paula Shina (perempuan, 43 tahun) terpaksa dievakuasi menggunakan tandu dari Gunung Abang, yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (25/1).
Hal ini lantaran Paula mengalami patah tulang akibat tergelincir saat mendaki Gunung Abang.
"Saat korban balik dari puncak karena medan pendakian licin dan terjal korban tergelincir sehingga mengalami patah tulang pada kaki kanan," kata Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, Senin (26/1).
Insiden ini bermula saat Paula bersama dua temannya melakukan pendakian pada Minggu (25/1) sekitar pukul 03.00 WITA. Paula dan rombongan tiba sekitar pukul 05.00 WITA.
Paula dan rombongan mulai turun sejak pukul 08.00 WITA. Namun, dalam perjalanan, Paula terjatuh hingga terluka. Dia tidak bisa melanjutkan perjalanan. Teman Paula lalu menghubungi pemandu lokal pada pukul 10.40 WITA.
Pada pukul 12.00 WITA, tim gabungan TNI/Polri, Basarnas dan masyarakat setempat mulai mendaki. Mereka berhasil menemukan Paula ketinggian 1971 Mdpl, sekitar pukul 15.00 WITA.
"Kondisi korban masih stabil dan diberikan pertolongan pertama dengan memindai bagian kaki yang patah agar tidak banyak pergerakan saat dibawa turun ke bawah dengan menggunakan tandu," katanya.
Saat turun gunung, kondisi di lokasi mulai turun hujan dan berkabut dengan jarak pandang berkisar 8 hingga 10 meter. Paula berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Denpasar, pada pukul 19.35 WITA.




