Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Aljir, Aljazair
Blunder di Piala Afrika 2025 membuat peluang Luca Zidane menjadi kiper utama Timnas Aljazair di Piala Dunia 2026 makin sulit.
Luca Zidane memang tidak setenar ayahnya, Zinedine Zidane, legenda hidup sepak bola Prancis.
Usia Luca Zidane saat ini sudah 27 tahun. Sedangkan Zinedine Zidane dalam usia 26 tahun menjadi bintang di Piala Dunia.
Bahkan, Zizou meraih gelar Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis di usia tersebut.
Bagi Luca Zidane, akan sangat sulit menyamai semua pencapaian tersebut. Namun, Luca Zidane tetap memiliki peluang mengikuti salah satu jejak Zizou, yaitu tampil di Piala Dunia.
Luca Zidane berpeluang tampil dalam debutnya di ajang paling bergengsi sepak bola dunia itu.
Bersama Timnas Aljazair, Luca Zidane bisa mengawal gawang tim berjulukan The Greens di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 atau World Cup 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026.
Total, 48 tim termasuk Aljazar akan bertarung di World Cup 2026 yang akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pertandingan pertama Timnas Aljazair pun sangat menantang yaitu lawan Timnas Argentina yang menjadi laga pembuka Grup J fase grup Piala Dunia 2026.
Bayangkan, Luca Zidane, yang sejauh ini baru tampil lima kali bersama timnas senior Aljazair akan mencoba meredam bintang sekelas Lionel Messi.
Laga tersebut akan digelar di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat. Sosok Luca Zidane akan menjadi perhatian di laga nanti karena nama ayahnya.
Nama Zinedine Zidane memang akan terus melekat tapi Luca Zidane dapat menulis perjalanan kariernya sendiri dan Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan tersebut.
Timnas Aljazair saat ini memang bisa bernapas lega karena penjaga gawang klub Granada tersebut tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, ada kekhawatiran Luca Zidane tidak bisa bermain, menyusul sanksi kepadanya.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjatuhkan sanksi kepada Luca Zidane berupa larangan tampil di dua pertandingan.
Sanksi tersebut diberikan terkait insiden yang terjadi ketika Aljazair kalah 0-2 dari Nigeria di perempat final Piala Afrika 2026, 10 Januari lalu.
Dalam insiden tersebut, lima pemain Aljazair mendapatkan kartu kuning sedangkan beberapa lainnya berkonfrontasi dengan wasit pemimpin pertandingan.
Luca Zidane termasuk yang terlibat setelah dia mendorong gelandang Timnas Nigeria, Raphael Onyedik.
Awalnya, Timnas Aljazair khawatir sanksi tersebut akan membuat Luca Zidane absen di dua laga awal Piala Dunia 2025.
Federasi Sepak Bola Aljazair kemudian mengajukan banding kepada CAF dan berhasil.
Federasi Sepak Bola Aljazair mendapatkan kabar bagus tersebut pada Jumat lalu bahwa Luca Zidane dapat tampil di ajang Piala Dunia 2026.
Sanksi dua laga tersebut masih berlaku namun untuk ajang kualifikasi Piala Afrika 2027 yang akan dimulai pada September 2026 nanti.
Di Piala Dunia 2026 nanti, Luca Zidane kembali menjadi opsi pilihan pelatih Timnas Aljazair, Vladimir Petkovic.
Tapi, masalahnya, apakah dia masih memiliki peluang besar sebagai kiper andalan Timnas Aljazair di Piala Dunia 2026 nanti.
Rekor dan Blunder di Piala Afrika
Kekalahan Aljazair lawan Nigeria memang membuat peluangnya menjadi kiper nomor satu Aljazair dalam evaluasi Vladimir Petkovic.
Selain insiden ketegangan yang terjadi setelah pertandingan tersebut selesai, Luca Zidane juga melakukan blunder di laga itu yang membuat gawang timnya kemasukan dua gol.
Blunder pertama, Luca Zidane salah dalam cara mengantisipasi bola tandukan penyerang Timnas Nigeria, Victor Osimhen.
Luca Zidane malah melompat ketika Victor Osimhen justru mengarahkan bola ke bawah dengan tandukannya yang membuat Nigeria unggul 1-0 di menit ke-47.
Sedangkan blunder kedua terjadi saat dirinya maju untuk menghalau aksi Akor Adams yang menggiring bola. Dengan mudah, dirinya dilewati Akor Adams untuk mencetak gol kedua di menit ke-57.
Dua kesalahan itu memberikan catatan negatif setelah di laga sebelumnya penampilannya justru mendapatkan pujian.
Sebelum blunder lawan Nigeria, Luca Zidane memang tampil cemerlang di tiga laga awal Piala Afrika 2025.
Pada pertandingan pertama lawan Sudan yang merupakan debutnya bersama Timnas Alazair, Luca Zidane membawa timnya tidak kemasukan dengan kemenangan 3-0.
Sedangkan di laga kedua menghadapi Burkina Faso, dia juga berhasil membuat gawang timnya clean sheet, 1-0.
Di laga ketiga, pelatih Vledimir Petkovic melakukan rotasi dengan mencadangkan Luca Zidane dan menurunkan Anthony Mandrea sebagai kiper utama dalam kemenangan 3-1 atas Ginea Ekuator.
Dalam 16 besar, Luca Zidane kembali diturunkan sebagai penjaga gawang utama dan berhasil membawa timnya menang 1-0.
Dengan tiga clean sheet tersebut, Luca Zidane menjadi kiper pertama dalam sejarah Piala Afrika yang mencatat tiga clean sheet secara beruntun.
Namun, langkah Aljazair kemudian terhenti di perempat final setelah kalah dari Nigeria karena blunder Luca Zidane.
Persaingan di Bawah Mistar
Kehadiran Luca Zidane di Timnas Aljazair memang membuka persaingan baru dalam memperebutkan posisi kiper utama The Greens.
Keputusan Luca Zidane untuk memilih memperkuat Timnas Aljazair ketimbang Timnas Prancis memberikan tekanan kepada Anthony Mandrea yang sebelumnya merupakan kiper utama.
Luca Zidane yang merupakan anak tertua kedua Zinedine Zidane mendapatkan status tersebut dari FIFA pada September 2025 lalu karena seperti ayahnya, dia memiliki darah keturunan Aljazair.
Latar belakang yang sama juga ada di Anthony Mandrea. Kiper yang juga lahir di Prancis ini memiliki kewarganegaraan Aljazair.
Anthony Mandrea juga memiliki peluang besar sebagai kiper pertama Aljazair setelah sebelumnya berkompetisi dengan Alexis Guendouz.
Kini, keduanya akan berkompetisi untuk mendapatkan posisi kiper utama di Timnas Aljazair untuk Piala Dunia 2026.
Bagi pelatih Vladimir Petkovic, ini menjadi keuntungan karena memiliki dua kiper yang dapat diandalkan tentunya.
Adaptasi yang Baik
Blunder di laga lawan Nigeria tentu menjadi pelajaran mahal bagi Luca Zidane.
Kesalahan tersebut akan membuatnya semakin matang sebagai kiper timnas senior Aljazair.
Sedangkan dari sisi adaptasi, kehadirannya di ajang Piala Afrika menjadi awal yang bagus.
Menurut pelatih Vladimir Petkovic, Luca Zidane mampu beradaptasi dengan cepat di ruang ganti Timnas Aljazair.
"Luca Zidane terus memberikan kontribusi dalam dua kemenangan kami," kata Vladimir Petkovic, setelah dua kemenangan beruntun di awal fase grup tersebut.
"Dia mulai menyatu dan memiliki kepercayaan diri dalam waktu yang cepat," Vladimir Petkovic menambahkan.
Menurut bek Timnas Aljazair, Rayan Ait-Nouri, Luca Zidane tidak sungkan atau malu memberikan instruksi kepada para pemain Aljazair meski statusnya sebagai pendatang baru.
"Luca Zidane sosok yang fantastis. Dia beradaptasi begitu cepat dengan tim, dia sangat aktif berbicara di lapangan, dan memberikan dukungan," kata Rayan Ait-Nouri.
"Dia adalah pemain dan figur yang membuat tim ini semakin sempurna," Rayan Ait-Nouri menambahkan.
Editor: Irfan Sudrajat




