Liputan6.com, Jakarta - Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) hingga kini belum membuka kembali jalur pendakian Gunung Bulusaraung pasca tragedi jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500. Penutupan dilakukan seiring masih berlangsungnya proses pemulihan kawasan setelah pelaksanaan Operasi SAR.
Kepala Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Abdul Rajab mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pembersihan sampah serta penataan jalur pendakian yang terdampak aktivitas evakuasi dan pencarian korban.
Advertisement
"Kami masih menyiapkan site pendakian Gunung Bulusaraung dengan kegiatan bersih sampah dan pemulihan kawasan pascaoperasi SAR. Untuk sementara, aktivitas pendakian belum dapat kami buka," kata Rajab kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Terkait masih ditemukannya serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, Rajab menyebut hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun demikian, dia memastikan bahwa komponen vital pesawat seperti Black Box dan Emergency Locator Transmitter (ELT) telah berhasil dievakuasi dan dibawa oleh KNKT ke Jakarta.
"Informasi dari KNKT menyebutkan bahwa serpihan, Black Box, dan dokumentasi yang dibawa sudah cukup mewakili proses identifikasi sementara. Karena itu, proses evakuasi di lapangan telah dihentikan," jelasnya.




