Longsor Pemalang, BNPB: Dua Warga Hilang

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemalang: Bencana longsor melanda Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu, 25 Januari 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang dilaporkan hilang dalam peristiwa bencana hidrometeorologi itu. 

"Berdasarkan data yang diterima BNPB, dilaporkan dua orang warga masih dalam pencarian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari, dalam rilis resmi diterima pada Senin, 26 Januari 2026.


Tanah longsor yang terjadi di area Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Minggu (25/1) sumber foto BPBD Kabupaten Pemalang

Dia mengungkap bencana longsor itu terjadi pada Minggu pagi, tepatnya pukul 06.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil di area Perhutani wilayah Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.
 

Baca Juga :

Hari Ketiga Operasi SAR Longsor Cisarua, 29 Bodypack Ditemukan

Abdul memastikan BPBD Kabupaten Pemalang berkoordinasi dengan lintas instansi dan relawan serta terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Namun proses pencarian terkendala oleh cuaca buruk. 

"Selain itu kondisi lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan," ujar Abdul. Waspada Cuaca Esktrem 
Abdul mengingatkan, berdasarkan peringatan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia bakal diguyur hujan lebat hingga Kamis, 29 Januari 2026. Wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat yakni Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

"Sementara itu, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan," ungkap dia.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi area yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti pohon, papan reklame, dan bangunan rapuh. Masyarakat yang tinggal di wilayah lereng gunung, apabila terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman serta menjauhi area lereng.

"Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan," imbau Abdul Muhari. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensos Gus Ipul Ajak Pertuni Perkuat Data Penyandang Disabilitas
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral! Pencuri Kabel JPU Bobol Konblok Trotoar Bikin Pramono Geram
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Profil Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru Terpilih
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Tujuh Krisis Ekonomi Besar Mengancam Tiongkok: Ledakan Serentak Diperkirakan Terjadi pada 2026
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Komisi I DPR soal Rapat Tertutup Bareng Menhan-Panglima: Kami Ingin TNI Kuat
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.