Ketua Komisi I Utut Adianto memberi saran terkait peran Komdigi. Ia menjelaskan Komdigi merupakan evolusi dari Kominfo.
"Kominfo sekarang jadi Komdigi ini kan konsolidasi dari Kementerian Penerangan dan Dirjen Postel kalau enggak salah, lantas di era reformasi, peran paling apa yang paling pas? Jadi dengan konsep konsolidasi ini apa sih perannya?" tanya Utut dalam rapat kerja bersama Menkomdigi Meutya Hafid di Komisi I DPR, Senin (26/1).
Utut mempertanyakan sejumlah Ditjen di Komdigi yang mengalami penambahan anggaran. Termasuk pengurangan. Ia belum mendapat penjelasan dari Menkomdigi.
Dia juga memberi saran Komdigi harus lebih aktif memberikan kabar capaian pemerintah.
"Desain terbaik buat Komdigi ini apa? Atau hanya sekadar bercerita seperti ini? Bakti itu, kalau hemat saya ibu harus bantu menjelaskan apa capaian pemerintahan, apa? Misal kenapa kita harus ke BRICS, kenapa di Davos kita mau jadi itu (board of peace)," kata Utut.
Utut menyoroti Menkomdigi yang didampingi 2 Wamen yakni Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo. Seharusnya kinerja Komdigi bisa lebih terlihat jelas.
"Nah capaian ini di sini ada wamen ada 2 orang, yang satu bekas anunya pribadi Pak Presiden, hemat saya tugas ibu memberitakan keberhasilan pemerintah dengan desain kekinian tanpa itu buat apa ada Kominfo? Komdigi?" kata Utut.
"Dunia sudah enggak bisa diatur, Pak Alexander Sabar (Dirjen di Komdigi) suruh buang hoaks, memecah belah, bilang enggak ada UU-nya, fakta sekarang minta maaf, 2 hari lalu juga yang jelek-jelekin Bapak Presiden masih ada Pak Angga, apalagi Ketum kami (Megawati) dijelek-jelekin kayak apa," kata Utut.
"Jadi mohon saya diberi pencerahan Komdigi terkini desain besarnya apa sehingga programnya jelas," tutur dia.




