Anggota Komcad TNI AD Jual Senpi, Polisi Ungkap Asal Usulnya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Denpasar, VIVA – Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali mengungkap asal usul senjata api yang dijual oleh seorang anggota Komponen Cadangan (Komcad) TNI AD berinisial ASR (34) di Denpasar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra mengatakan, senjata yang dijual ASR merupakan senjata yang dibawanya dari Lampung ke Bali pada tahun 2023 lalu.

Baca Juga :
Kapolri Respons Isu TNI Terlibat Atasi Terorisme, Singgung Adanya Batasan
KSAL: 23 Marinir Jadi Korban Tanah Longsor di Cisarua, 4 Ditemukan Tewas-Sisanya Belum

"Pelaku ASR warga dari Lampung, yang bersangkutan memang pada dasarnya sedang mencari pekerjaan. Jadi, dia ini datang ke Bali ingin menjual senjata api," kata Agus.

Agus menjelaskan senjata tersebut bukan senjata organik milik TNI atau Polri melainkan senjata pabrikan luar negeri dengan jenis SIG Sauer. SIG Sauer merupakan senjata pabrikan kolaborasi Swiss dan Jerman.

Kepada penyidik, ASR mengaku membeli senjata tersebut dari seorang temannya bernama Erik, saat masih bekerja di Lampung pada tahun 2022 dengan harga Rp 2 juta.

Dia membeli senjata tersebut dengan tujuan untuk melindungi diri karena bekerja di sektor pengamanan swasta.

"Dia memang bekerja dalam bidang jasa pengamanan. Jadi, dia membeli itu untuk melindungi diri," kata Agus.

Namun demikian, Agus mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan jaringan dan keterlibatan pihak lain dalam distribusi senjata yang terkait dengan ASR.

Selanjutnya, pada tahun 2023, ASR berpindah kerja di Bali. Dia juga membawa serta satu pucuk senjata tersebut melalui perjalanan darat.

Awalnya jumlah peluru yang ada dalam senjata tersebut berjumlah lima butir, namun ASR pernah melakukan uji coba tembak di sekitar kosnya sehingga saat ini hanya tersisa empat anak peluru.

"Awalnya pelurunya ada 5. kemudian dia pernah mengetes, mencoba sekali di lapangan kosong makanya sekarang BB-nya ini amunisi ada 4," ujar Agus.

Di Bali, lanjut Agus, ASR mengaku ingin menjualnya melalui media sosial.

Namun, aksinya tersebut dicurigai oleh TNI AL.

Tim Gabungan Komando Daerah Angkatan Laut V (Kodaeral V) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bali pun menangkap ASR di sebuah warung makan di kawasan Padang Sambian, Denpasar Barat, pada Kamis 22 Januari 2026.

Baca Juga :
Dua Polisi Gugur Terhimpit Truk TNI di Lokasi Longsor Bandung Barat, Kapolri Ucapkan Dukacita
Kata TNI Soal 2 Polisi Gugur Terhimpit Truk TNI AD di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
Kejagung–KPK Bongkar Dugaan Korupsi Perusahaan Gula yang Serobot Lanud TNI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kabasarnas dan Jajaran Pemerintah Mendampingi Wapres Gibran Tinjau Longsor Cisarua Bandung Barat 
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Intip Potret Chae Jong Hyeop yang Akan Comeback di Drakor In Your Radiant Season
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
TERPOPULER: Riwayat Penyakit Lula Lahfah, Reza Arap Akhirnya Buka Suara
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
754 SMA/SMK se Jatim Ikuti Program Sekolah Ketahanan Pangan
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.