Tradisi Ruwahan, Warga Cokrodiningratan Saling Berbagi Apem

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Jati

TVRINews, Yogyakarta

Warga Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta menggelar kirab dua gunungan berisi kue apem dan hasil bumi dalam agenda tahunan Ruwahan Sesarengan Kampung Cokrodiningratan tahun 2026.

Kirab gunungan menyusuri jalan-jalan kampung sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur jelang datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan ruwahan kali ini mengusung tema "Guyub Rukun Sesarengan Gawe Resik Ing Ati", yang mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, serta upaya membersihkan hati sebelum menjalankan ibadah puasa.

Doa bersama yang digelar menjelang Ramadan ini diikuti seluruh elemen masyarakat Cokrodiningratan tanpa memandang suku, ras, maupun agama.

Tak hanya warga setempat, kegiatan ini juga diikuti komunitas pelajar, mahasiswa dari berbagai asrama luar daerah, hingga biarawati Katolik.

Ruwahan sesarengan menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya warisan leluhur Kampung Cokrodiningratan yang terus dijaga secara turun-temurun.

Apem yang dikirab memiliki makna filosofis afwun atau ampunan, sehingga sedekah apem dimaknai sebagai ajakan untuk saling memaafkan atas kesalahan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Sementara hasil bumi melambangkan rasa syukur atas limpahan rezeki yang diterima warga.

Usai dikirab, dua gunungan tersebut diperebutkan warga di balai RW untuk dinikmati bersama atau dibawa pulang dan diolah menjadi berbagai hidangan.

Ketua Panitia Ruwahan, Wahyu Herman Riyadi, mengatakan ruwahan sesarengan merupakan wujud doa bersama dan ungkapan rasa syukur warga Cokrodiningratan atas kelancaran serta kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin mendekatkan kembali budaya adat istiadat kepada teman-teman, terutama generasi muda yang saat ini tampak mulai kurang tertarik dengan hal-hal seperti ini. Momentum ruwahan ini kami jadikan sarana untuk mengenalkan dan menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya," ujar Wahyu Herman Riyadi, Senin, 26 Januari 2026.

Sebelum puncak acara ruwahan, warga Cokrodiningratan juga telah melaksanakan tradisi nyadran, yakni kerja bakti membersihkan makam serta doa bersama untuk para leluhur Kampung Cokrodiningratan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Manchester United Kalahkan Arsenal 3-2 di Emirates, Cunha Jadi Pahlawan di Menit Akhir
• 14 jam lalupantau.com
thumb
BNPB Modifikasi Cuaca untuk Dukung Pencarian Korban yang Diduga Masih Tertimbun Longsor Cisarua
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Meski Jelas-jelas Tampil Mengecewakan, Inter Milan Masih Ogah Langsung Lepas Luis Henrique
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolda Papua Barat Dirotasi Menjadi Kadiv Humas Baru
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Prabowo pimpin ratas di Hambalang cek pelaksanaan program strategis
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.