Rebalancing Indeks Bisnis-27: Bobot Perbankan Kian Mendominasi

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 melakukan rebalancing terhadap sejumlah konstituen di dalam indeks. Dari 27 konstituen, tercatat sejumlah saham mengalami penambahan bobot dalam rebalancing indeks hasil kerja sama Bursa dengan Harian Bisnis Indonesia ini.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam rebalancing kali ini, tidak terdapat pengubahan konstituen yang tergabung dalam indeks ini. Hanya saja, terdapat beberapa penambahan bobot saham dalam indeks Bisnis-27.

Perbankan menjadi sektor  dengan penambahan bobot saham yang signifikan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang semula memiliki bobot sebesar 13,20%, kini menjadi 15,00%. Begitu juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mengalami kenaikan menjadi 15,00% dari 14,33%.

Hanya saja, sejumlah saham perbankan turut mengalami penyusutan bobot indeks, dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kini hanya memiliki 4,86% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki bobot sebesar 12,60%. Dengan begitu, secara sektoral, perbankan kini menyumbang bobot senilai 47,46% atau mengalami kenaikan 1,56%.

Selain perbankan, dua saham yang turut mengalami kenaikan bobot antara lain PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dengan bobot menjadi 0,84% dan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik menjadi 3,07%. Hanya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang tidak mengalami pengubahan bobot.

Dengan begitu, hanya terjadi evaluasi minor dalam rebalancing kali ini. Nantinya, periode efektif konstituen dan periode efektif jumlah saham penghitungan indeks akan berlaku pada 2 Februari 2026–30 April 2026.

Baca Juga

  • Daftar Lengkap Hasil Rebalancing Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 Efektif 2 Februari 2026
  • Rebalancing, Dua Saham Prajogo Pangestu BREN & CUAN Masuk Dua Indeks Utama Bursa
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat Ditopang Saham TLKM, ANTM hingga NCKL
Berikut daftar saham dan bobot dalam indeks Bisnis-27:

Kode

Rasio Free Float

Bobot pada Indeks

Pra

Evaluasi

Pasca Evaluasi

Keterangan

Tetap/Naik/

Turun/Baru

ADMR

11,97%

0,84%

0,78%

Turun

ADRO

28,67%

1,50%

1,45%

Turun

AMRT

41,72%

2,59%

2,47%

Turun

ANTM

34,84%

2,67%

2,58%

Turun

ASII

44,30%

9,32%

8,88%

Turun

BBCA

42,74%

13,20%

15,00%

Naik

BBNI

39,27%

5,04%

4,86%

Turun

BBRI

46,04%

14,33%

15,00%

Naik

BMRI

37,47%

13,33%

12,60%

Turun

BRPT

27,20%

5,30%

5,12%

Turun

BUMI

32,53%

2,85%

3,07%

Naik

DSNG

32,43%

0,39%

0,38%

Turun

HEAL

53,39%

0,81%

0,84%

Naik

INCO

20,40%

1,06%

1,03%

Turun

INDF

48,24%

2,16%

2,09%

Turun

INKP

39,65%

1,68%

1,68%

Tetap

JPFA

41,03%

1,05%

1,01%

Turun

KLBF

38,39%

1,67%

1,61%

Turun

MAPI

49,00%

0,78%

0,75%

Turun

MEDC

23,44%

0,68%

0,65%

Turun

MIKA

16,64%

0,42%

0,41%

Turun

MYOR

14,74%

0,56%

0,53%

Turun

NCKL

10,44%

0,72%

0,70%

Turun

PGEO

10,91%

0,42%

0,41%

Turun

PTBA

32,76%

0,72%

0,70%

Turun

TLKM

47,21%

13,21%

12,78%

Turun

UNTR

35,15%

2,72%

2,63%

Turun


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ditawari Posisi Menteri Kepolisian, Jenderal Sigit: Lebih Baik Jadi Petani!
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Januari Tembus Rp2,415 Juta per Gram, Buyback Rp2,580 Juta
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Lucky Widja Element Meninggal, Gading Marten: Kekallah Kenangannya
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Fokus Pemulihan, Persita Langsung Tatap Partai Vs Persija
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Alasan Pemkot Surabaya Ubah Skema Beasiswa SMA, Banyak Tunggakan di Sekolah
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.