jpnn.com, JAKARTA - Alumni Universitas Padjadjaran melalui Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya meresmikan Dapur Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Ceger 4 di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).
Peresmian dapur ini menjadi wujud nyata kontribusi masyarakat, khususnya alumni perguruan tinggi, dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi, terutama bagi pelajar dan ibu hamil sebagai kelompok prioritas.
BACA JUGA: BlibliStyle Outlet Hadir di Ranch Market Jakbar, Promo Buy One Get One
Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya, Muhammad Surya Wijaya, Ketua Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, Kuseryansyah, Pengawas Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, Andi Indra Mataram, serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional.
Dapur SPPG BGN Ceger 4 dikelola oleh Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya yang didirikan oleh Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, sebuah koperasi yang merupakan inisiatif Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD).
BACA JUGA: SIG Ciptakan Peluang Bisnis di 2026 Lewat Infrastructure Summit
“Salah satu fokus kami adalah mendukung pemerintah melalui pembukaan dapur SPPG BGN, dengan harapan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak pelajar dan ibu hamil melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis. Kami juga terbuka terhadap kritik dan saran untuk memastikan kualitas, mutu, dan keberlanjutan program ini tetap terjaga,” ujar Muhammad Surya.
Sementara itu, Kuseryansyah menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam menjalankan peran sosial dan ekonomi secara seimbang, serta sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan.
BACA JUGA: Sambut Imlek 2026, ANTAM Luncurkan Emas Batangan Year of the Horse
“Inisiatif dapur SPPG BGN ini merupakan bagian dari ikhtiar kami dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Melalui kolaborasi koperasi, yayasan, dan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa koperasi dapat dikelola secara modern, profesional, dan berdampak nyata,” kata Kuseryansyah.
Saat ini, Dapur SPPG BGN Ceger 4 menjadi dapur pertama yang mulai beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya.
Selanjutnya, yayasan ini juga tengah mempersiapkan pembukaan dapur SPPG BGN di Pulo Gadung dan Karawang, serta menargetkan pembukaan 10 dapur SPPG BGN pada semester pertama 2026.(chi/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




