Calon Pengusaha Merapat! Bagaimana Membangun Fondasi Bisnis Kecil: Peran Pencatatan Keuangan dalam Pertumbuhan UMKM

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pencatatan keuangan merupakan salah satu tantangan klasik yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. 

Banyak usaha kecil tumbuh secara organik tanpa sistem administrasi yang memadai, sehingga pemilik bisnis sering kali kesulitan mengetahui kondisi keuangan secara akurat. 

Padahal, pencatatan yang rapi menjadi dasar penting untuk memahami arus kas, menghitung keuntungan, serta merencanakan pengembangan usaha secara realistis.

Berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM, menekankan bahwa lemahnya pembukuan masih menjadi penghambat utama UMKM untuk naik kelas.

Tanpa catatan keuangan yang jelas, pelaku usaha akan sulit mengakses pembiayaan formal, menjalin kemitraan, maupun memperluas pasar. 

Pengalaman negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang menunjukkan bahwa usaha kecil yang disiplin dalam pencatatan sejak awal cenderung lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.

Di Indonesia, peningkatan literasi keuangan UMKM mulai terlihat seiring dengan hadirnya berbagai program edukasi dan pemanfaatan teknologi digital. 

Perubahan kebiasaan dari mencatat manual ke sistem digital dinilai membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih profesional. Inisiatif-inisiatif ini menjadi bagian dari perjalanan panjang UMKM dalam membangun fondasi usaha yang berkelanjutan.

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa pelajaran penting terkait pencatatan dan pengelolaan keuangan, khususnya di era digital:

1. Pencatatan Bukan Sekadar Administrasi, tapi Alat Kontrol Usaha

Bagi UMKM, pembukuan sering dianggap hanya formalitas. Padahal, pencatatan pemasukan dan pengeluaran membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnis secara nyata. 

Dari catatan sederhana, pelaku UMKM bisa melihat apakah usaha benar-benar untung, kapan arus kas mulai seret, dan pos pengeluaran mana yang perlu dikendalikan.

Tanpa pencatatan, keputusan bisnis sering diambil berdasarkan perkiraan. Hal ini berisiko, terutama ketika usaha mulai berkembang dan transaksi semakin kompleks. Dengan pembukuan, pelaku usaha memiliki dasar data untuk menentukan langkah selanjutnya.

2. Literasi Keuangan Membantu UMKM Lebih Tahan Krisis

Berbagai laporan dari lembaga keuangan dan pemerintah menunjukkan bahwa UMKM dengan literasi keuangan yang baik cenderung lebih adaptif saat menghadapi krisis. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maling Nekat Diduga Bongkar 200 Meter Trotoar Jalan Raya Cilincing Demi Curi Kabel PJU
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Kasatgas Tito Sebut Layanan Kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Beroperasi 100%
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Thomas Djiwandono Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Hubungan Memanas, China Larang Warganya ke Jepang Saat Libur Imlek
• 4 jam laludetik.com
thumb
Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Bakal Direlokasi
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.