Bima Arya Raih Penghargaan APCAT Usai Kendalikan Tembakau di Asia Pasifik

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menerima penghargaan APCAT (Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development) Award atas dedikasinya dalam pengendalian tembakau dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Penghargaan ini menegaskan peran penting pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari industri tembakau, sekaligus mengapresiasi dedikasi selama satu dekade dalam menunjukkan komitmen dan aksi nyata.

Dalam forum APCAT Summit 2026 di JW Marriott Jakarta (26/1), Bima menekankan pentingnya peran pemerintah pusat, daerah, dan para wali kota dalam menghadapi agresivitas industri tembakau terhadap generasi muda.

"Jika kita geram pada korporasi yang merusak lingkungan, maka hari ini seharusnya kita juga sangat geram terhadap korporasi industri tembakau yang merusak anak-anak muda dan masyarakat," kata Bima dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Baca juga: 99% Listrik di 3 Provinsi Terdampak Bencana Sumatera Telah Normal

Bima menilai industri tembakau kian terselubung, dengan promosi rokok menyusup lewat pesan subliminal menyerupai iklan minuman, permen, atau cokelat, bahkan merambah ruang privat keluarga.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi para kepala daerah di tengah tingginya prevalensi perokok nasional yang telah mencapai 38,12 persen dan masih terus meningkat.

"Kita harus fokus pada tindakan preventif dan preemptive demi menciptakan generasi tanpa rokok menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Bima menegaskan ketegasan Pemda dalam pengendalian tembakau harus tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga: Mendagri Ungkap Baru 1 dari 18 Daerah di Aceh yang Normal Usai Bencana

Berdasarkan pengalaman sejumlah daerah, kebijakan pengendalian tembakau yang tegas justru membuka peluang masuknya sektor industri lain, termasuk industri kesehatan, yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bima menyampaikan tiga pesan utama bagi para kepala daerah, khususnya pejabat baru. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam kampanye pengendalian tembakau agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan relevan dengan masyarakat.

Selain itu, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Bima juga menekankan perlunya regenerasi kepemimpinan agar upaya pengendalian tembakau tetap berkelanjutan meski masa jabatan kepala daerah terbatas.

APCAT Summit 2026 dihadiri para pemimpin daerah serta pemangku kepentingan sektor kesehatan se-Asia Pasifik. Bima Arya juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) APCAT bersama Wali Kota Balanga City, Filipina, Francis Anthony S. Garcia.




(akd/ega)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Langkah RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Berisiko, DPR Didesak Tolak Ratifikasi
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Keseruan Fun Mini Soccer Konten Kreator Dukung Jersey Produk UMKM Lokal
• 18 jam lalumerahputih.com
thumb
John Herman Segera ke Eropa, Berburu Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia
• 20 jam lalubola.com
thumb
BMKG: Potensi Hujan Sangat Lebat hingga Ekstrem di Jawa Barat dan 7 Wilayah Lain 27 Januari 2026
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.