Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menerima penghargaan APCAT (Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development) Award atas dedikasinya dalam pengendalian tembakau dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Penghargaan ini menegaskan peran penting pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari industri tembakau, sekaligus mengapresiasi dedikasi selama satu dekade dalam menunjukkan komitmen dan aksi nyata.
Dalam forum APCAT Summit 2026 di JW Marriott Jakarta (26/1), Bima menekankan pentingnya peran pemerintah pusat, daerah, dan para wali kota dalam menghadapi agresivitas industri tembakau terhadap generasi muda.
"Jika kita geram pada korporasi yang merusak lingkungan, maka hari ini seharusnya kita juga sangat geram terhadap korporasi industri tembakau yang merusak anak-anak muda dan masyarakat," kata Bima dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Bima menilai industri tembakau kian terselubung, dengan promosi rokok menyusup lewat pesan subliminal menyerupai iklan minuman, permen, atau cokelat, bahkan merambah ruang privat keluarga.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi para kepala daerah di tengah tingginya prevalensi perokok nasional yang telah mencapai 38,12 persen dan masih terus meningkat.
"Kita harus fokus pada tindakan preventif dan preemptive demi menciptakan generasi tanpa rokok menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Bima menegaskan ketegasan Pemda dalam pengendalian tembakau harus tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berdasarkan pengalaman sejumlah daerah, kebijakan pengendalian tembakau yang tegas justru membuka peluang masuknya sektor industri lain, termasuk industri kesehatan, yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bima menyampaikan tiga pesan utama bagi para kepala daerah, khususnya pejabat baru. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam kampanye pengendalian tembakau agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan relevan dengan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Bima juga menekankan perlunya regenerasi kepemimpinan agar upaya pengendalian tembakau tetap berkelanjutan meski masa jabatan kepala daerah terbatas.
APCAT Summit 2026 dihadiri para pemimpin daerah serta pemangku kepentingan sektor kesehatan se-Asia Pasifik. Bima Arya juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) APCAT bersama Wali Kota Balanga City, Filipina, Francis Anthony S. Garcia.
(akd/ega)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)