Perkuat Agenda Keberlanjutan, Haleon Operasikan PLTS Atap di Fasilitas Manufaktur

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

DI tengah meningkatnya kebutuhan produk kesehatan konsumen di seluruh dunia, industri kesehatan dituntut untuk menerapkan standar keberlanjutan yang lebih kuat. Selain memastikan keamanan serta kualitas produk, perusahaan perlu mengelola emisi operasional secara lebih bertanggung jawab. 

Haleon, perusahaan kesehatan konsumen global yang menaungi merek-merek seperti Panadol, Sensodyne, Actifed, dan Voltaren, menjadikan keberlanjutan sebagai pilar utama melalui komitmen 'Better Everyday Health with Humanity', yang menegaskan bahwa kesehatan manusia tidak terlepas dari kesehatan bumi. Sejalan dengan komitmen tersebut, Haleon secara konsisten mengimplementasikan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Haleon Indonesia meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksinya di Pulogadung, Jakarta Timur. Fasilitas ini memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dalam memasok produk ke sejumlah negara di Asia Tenggara, menjadikannya salah satu lokasi manufaktur strategis dalam blueprint keberlanjutan global Haleon. 

Baca juga : Kontradiksi Retorika Transisi Energi dan Realitas Domestik dalam Komitmen Net-Zero 2060 Indonesia

Inisiatif PLTS Atap ini menjadi langkah penting dalam upaya menurunkan emisi operasional sekaligus memperkuat transisi energi bersih di sektor kesehatan nasional.

PLTS Atap berkapasitas 416,97 kWp tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun. Pemanfaatan energi terbarukan ini berpotensi mengurangi lebih dari 449 ton CO2e per tahun, setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 7.460 pohon setiap tahunnya. Energi bersih ini akan langsung mendukung proses produksi berbagai produk kesehatan konsumen yang dibuat di Indonesia untuk pasar lokal maupun regional.

Suwandi Yulia Putra, Direktur Pulogadung Site-Haleon Indonesia, menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini merupakan wujud nyata dari komitmen global yang diterjemahkan ke dalam aksi operasional di lapangan. 

Baca juga : Dorong Transisi Energi Prorakyat dan Ramah Lingkungan, ESDM Kembangkan PLTSa, Biogas, dan Biomassa

"Dalam industri kesehatan, keberlanjutan bukan lagi inisiatif tambahan, melainkan bagian dari komitmen inti perusahaan. Operasional PLTS Atap pertama kami di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi Haleon. Langkah ini tidak hanya memperkuat komitmen global kami, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon di industri kesehatan Indonesia," Jelas Suwandi, usai prosesi peresmian PLTS Atap.

Proyek PLTS Atap ini direalisasikan melalui kolaborasi dengan SUN Energy, penyedia layanan Sustainability as a Service yang berfokus pada pengembangan solusi PLTS untuk sektor industri dan komersial.

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi industri. 

"Industri kesehatan memiliki standar operasional yang sangat ketat. Ketika perusahaan seperti Haleon memilih energi terbarukan, hal ini memberikan pesan kuat bahwa transisi energi adalah kebutuhan lintas sektor. SUN Energy siap menjadi mitra strategis dalam membangun proses produksi yang efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang," jelas Emmanuel.

Lebih dari sekadar proyek energi terbarukan, inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam perjalanan jangka panjang Haleon untuk memperkuat standar operasional yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab di seluruh fasilitasnya. SUN Energy melihat sektor kesehatan sebagai salah satu sektor dengan potensi besar dalam mempercepat penerapan energi bersih, seiring meningkatnya permintaan akan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan diproduksi secara berkelanjutan. (E-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cidata Mining Servis Dukung Pemerintah Untuk Pembangunan Daerah Ini
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Rusia Berupaya Mengganti Komandan Armada Laut Hitam Setelah Kegagalan Pertahanan
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Gugatan Wanprestasi Andreas Dipersoalkan, Kuasa Hukum Hj Aisyah: Sudah Diputus Pinjam-Meminjam, Bukan Jual Beli
• 21 jam lalurealita.co
thumb
23 Prajurit Marinir Tewas dalam Longsor Cisarua
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.