Beri Kepastian bagi Dunia Usaha, AHY Usul Perpres Baru Terkait Penerapan Bioavtur

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

AHY menjelaskan, dunia usaha membutuhkan kepastian dan kejelasan arah kebijakan agar investasi dan adopsi teknologi hijau dapat berjalan konsisten.

Beri Kepastian bagi Dunia Usaha, AHY Usul Perpres Baru Terkait Penerapan Bioavtur. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penerbitan Perpres (Peraturan Presiden) baru terkait penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur.

AHY menjelaskan, dunia usaha membutuhkan kepastian dan kejelasan arah kebijakan agar investasi dan adopsi teknologi hijau dapat berjalan konsisten. Kehadiran Perpres baru tersebut akan membuat para pelaku industri tidak khawatir jika menggunakan SAF.

Baca Juga:
Bertemu Purbaya, AHY Fokuskan Penanganan Dampak Bencana

"Yang di depan tentunya Kementerian ESDM, kalau ada Perpres misalnya, ini juga bagus untuk meyakinkan semua termasuk para pelaku industri," kata AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di Kantor Kemenko Infra, Senin (26/1/2026).

AHY menilai, penguatan regulasi melalui Perpres akan menjadi dasar penting dalam membangun ekosistem SAF nasional, mulai dari produksi, distribusi, hingga kewajiban pemanfaatan bertahap oleh maskapai, sebagai bagian dari strategi penurunan emisi sektor transportasi udara.

Baca Juga:
AHY Temui Purbaya, Bahas Anggaran Proyek Infrastruktur Jumbo hingga Kereta Cepat Surabaya

"Saya senang karena kita sama-sama kawal yang namanya SAF (Sustainable Aviation Fuel), ini sesuatu yang baru. Teknologi sudah tersedia, sudah tersertifikasi, Pertamina misalnya, juga mengembangkan itu," lanjutnya.

Dia menjelaskan, uji coba penggunaan SAF telah dilakukan pada penerbangan Pelita Air, dengan fokus awal pada rute internasional. Ke depan, pemanfaatan SAF akan diperluas seiring dengan dukungan kebijakan lintas kementerian.

Baca Juga:
AHY soal Wacana Kereta Cepat Sampai Surabaya: Kita Harus Belajar dari Pengalaman Terdahulu

Menurut AHY, meskipun ketidakpastian merupakan bagian dari dinamika global, pemerintah tetap harus menyediakan kerangka kebijakan yang memberi rasa percaya bagi pelaku industri dan mitra internasional.

"Walaupun memang yang pasti adalah ketidakpastian dalam hidup ini, tetapi harus ada option of certainty, clarity, confidence, trust. Kita bicara antar kementerian/lembaga, tetapi juga nanti partnership kita dengan negara-negara lain," ujarnya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang Panjang-Bukittinggi
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Instruksi hingga Maaf dari Wapres Gibran saat Bersama Korban Longsor di Bandung Barat
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
• 59 menit lalumerahputih.com
thumb
Piala Asia Futsal 2026: Hector Souto Akui 3 Lawan Timnas Futsal Indonesia di Grup A Berat, Setiap Laga Bakal Seperti Final
• 10 jam lalubola.com
thumb
Fasilitas Baru CGL 2 di Purwakarta Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri Baja Nasional dan Kurangi Impor
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.