Donald Trump Naikkan Tarif Impor Produk Korea Selatan Jadi 25 Persen

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan langkah mengejutkan pada Senin waktu setempat dengan menaikkan tarif impor atas berbagai produk asal Korea Selatan. Langkah ini diambil karena Seoul dianggap gagal memenuhi komitmen dalam pakta perdagangan yang sebelumnya telah disepakati dengan Washington.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan kenaikan tarif ini mencakup sektor-sektor krusial.

"Karena badan legislatif Korea belum memberlakukan Perjanjian Dagang Bersejarah kami, yang merupakan hak prerogatif mereka, saya dengan ini menaikkan TARIF Korea Selatan untuk Otomotif, Kayu, Farmasi, dan semua TARIF Timbal Balik lainnya," tulis Trump. Kenaikan tersebut melonjak signifikan dari level 15 persen menjadi 25 persen.

Baca juga : Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Produk Kanada Jika Berkoalisi Dagang dengan Tiongkok

Pembatalan Kesepakatan Sebelumnya

Langkah agresif ini merupakan titik balik drastis hanya beberapa bulan setelah Washington dan Seoul mencapai kesepakatan perdagangan dan keamanan yang alot. Perjanjian tersebut sebelumnya difinalisasi setelah Trump bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada Oktober lalu.

Dalam kesepakatan Oktober itu, Korea Selatan menjanjikan komitmen investasi sebagai imbalan atas pemotongan tarif oleh Amerika Serikat. Salah satu poin krusial adalah penurunan pajak impor kendaraan asal Korea Selatan dari 25 persen menjadi maksimal 15 persen. Namun, ancaman terbaru Trump ini secara otomatis membatalkan keuntungan tersebut dan mengembalikan tarif ke level tertinggi.

Pukulan Telak bagi Ekonomi Korea Selatan

Kebijakan ini diprediksi akan mengguncang stabilitas ekonomi Korea Selatan. Industri otomotif menjadi sektor yang paling rentan, mengingat sektor ini menyumbang 27% dari total ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat. Sebagai catatan, hampir setengah dari seluruh ekspor mobil negara tersebut ditujukan ke pasar AS.

Selain beban biaya yang membengkak, eksportir Korea Selatan kini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di pasar global. Jika tarif 25% ini resmi diberlakukan, produk Korea Selatan akan kalah bersaing dengan negara ekonomi besar lainnya seperti Jepang dan Uni Eropa, yang keduanya telah mengunci kesepakatan tarif impor dengan AS di level 15%.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Seoul belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman kenaikan tarif sepihak dari Washington tersebut. (AFP/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Empat Motor Dilaporkan Hilang ke Radio SS, Ini Lokasi dan Ciri-cirinya
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Ekstem di Jabodetabek pada 27-30 Januari
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komdigi Akan Revisi Aturan Telekomunikasi, Cegah Panggilan Spam
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bantah Dapat Kuota Tambahan Haji Ilegal, Bos Maktour: Kami Hanya Diminta Mengisi
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemhan Tegaskan TNI AU Sudah Siap Operasikan Jet Tempur Rafale
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.