Asisten rumah tangga (ART) sempat mendengar Lula Lahfah mengerang kesakitan sebelum ditemukan meninggal dunia jadi salah satu berita populer pada Senin (26/1).
Selain itu ada mengenai Ressa soal gugatan kepada Denada. Berikut ini rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. ART Sempat Dengar Lula Lahfah Mengerang Kesakitan Sebelum Ditemukan MeninggalKabar duka menyelimuti dunia selebgram dengan meninggalnya Lula Lahfah. Sebuah kronologi pilu terungkap dari keterangan asisten rumah tangganya (ART). Diketahui, pada Jumat (23/1) malam, Lula ditemukan tak bernyawa di apartemennya setelah sebelumnya sang ART sempat mendengar erangan kesakitan dari dalam kamar Lula yang terkunci rapat. Momen menegangkan ini berlangsung di dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Kecurigaan sang ART memuncak keesokan paginya saat Lula tak kunjung memberi respons. Setelah mencoba berbagai cara dan melaporkan ke pihak keamanan apartemen, pintu kamar akhirnya dibuka paksa pada sore hari. Hasil pendalaman awal kepolisian menunjukkan riwayat penyakit serius yang diderita Lula, yaitu batu ginjal akut dan asam lambung. Di lokasi kejadian, ditemukan pula sejumlah obat-obatan yang menguatkan indikasi Lula sedang dalam masa pemulihan medis.
Meskipun demikian, pemeriksaan luar oleh dokter di Rumah Sakit Fatmawati tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, membuka babak baru penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian sang selebgram. Jenazah Lula telah dikebumikan di TPU Rawa Terate, sementara polisi masih terus memanggil saksi untuk klarifikasi lebih lanjut.
2. Polisi Akan Klarifikasi 5 Saksi Terkait Meninggalnya Lula LahfahKasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah memasuki babak baru dengan rencana klarifikasi terhadap lima saksi kunci. Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Jaksel akan memanggil kelima saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat jenazah Lula ditemukan. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan fakta dan mendalami kronologi secara lebih komprehensif, demi menguak tabir di balik kematian mendiang.
Selain itu, tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga telah mengajukan uji laboratorium terhadap berbagai barang bukti yang ditemukan di lokasi. Hasil uji lab dari Laboratorium Forensik Bareskrim ini masih ditunggu untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Spekulasi awal menyebutkan bahwa Lula meninggal karena sakit, mengingat ditemukannya obat-obatan dan surat rawat jalan di apartemennya.
Meski demikian, pihak keluarga Lula Lahfah telah menyampaikan keberatan untuk dilakukan autopsi, sebuah keputusan yang dihormati oleh kepolisian. Almarhumah Lula Lahfah, yang berpulang di usia 26 tahun, telah dimakamkan di TPU Rawa Terate Cakung. Proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan tidak ada celah misteri dalam kasus ini.
3. Penuhi Panggilan Polisi, Manajer Lula Lahfah: Doakan Aja yang Baik-baikManajer mendiang Lula Lahfah, Adita Baskara atau akrab disapa Arra, akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk memberikan klarifikasi terkait kematian selebgram tersebut. Ditemani kuasa hukum, Arra tiba di Polres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 10.00 WIB dan menjalani pemeriksaan yang cukup intens hingga jam makan siang. Meski tak banyak berkomentar kepada awak media, Arra hanya meminta doa. "Maaf ya, maaf. Aman, doakan aja yang baik-baik. Lancar semuanya, ya," ujarnya singkat.
Dari keterangan terpisah, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengonfirmasi bahwa hingga kini sudah ada enam saksi yang diperiksa atau diklarifikasi. Salah satunya adalah manajer Lula. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk merangkai puzzle kronologi kematian Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya pada Jumat (23/1) malam.
Kejadian bermula saat asisten rumah tangga (ART) Lula curiga karena tak ada respons dari pagi hingga petang. Pintu kamar yang terkunci pun akhirnya dibuka paksa, dan Lula ditemukan sudah tidak bernyawa. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan fisik, dan mengindikasikan adanya riwayat penyakit serius pada diri Lula Lahfah. Jenazah telah dimakamkan di TPU Rawa Terate pada Sabtu (24/1), namun penyelidikan terus bergulir untuk mengungkap penyebab pasti kematian sang selebgram.
4. Lucky Widja Meninggal, Ferdy Tahier: Lo Sudah Tenang, Enggak Sakit LagiDunia musik tanah air kembali berduka. Lucky Widjatmoko, atau yang akrab disapa Lucky Widja, mantan vokalis band Element, telah berpulang. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh rekan sebandnya, Ferdy Tahier, melalui unggahan Instagram yang penuh haru. Ferdy membagikan potret kebersamaannya dengan Lucky, disertai pesan menyentuh yang menggambarkan kedekatan mereka.
"Selamat jalan sahabat gue..ade gue..partner gue di panggung…lo udah tenang, enggak sakit lagi..enggak butuh cuci darah lagi..enggak perlu oxygen lagi..," tulis Ferdy, menggambarkan perjuangan Lucky melawan penyakitnya. Ferdy juga mengungkapkan harapannya agar Lucky kini bahagia dan bisa "muda lagi" di alam sana. Kepergian Lucky meninggalkan Ferdy seorang diri di panggung Element, sebuah fakta yang ia akui akan menjadi tantangan berat ke depannya.
Dalam pesan berantai yang beredar, diketahui Lucky Widja menghembuskan napas terakhir pada Minggu (25/1) pukul 22.26 WIB di RS Halim. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Kepergian Lucky Widja tentu menjadi kehilangan besar bagi Element dan para penggemar musik Indonesia.
5. Layangkan Gugatan ke Denada, Ressa: Aku Cuma Minta PengakuanDrama keluarga kembali menyita perhatian publik. Seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano secara mengejutkan melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap penyanyi Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Ressa mengklaim dirinya adalah anak biologis Denada dan menegaskan bahwa ia hanya menginginkan pengakuan, bukan harta. "Aku cuma minta pengakuan dan hak sebagai anaknya saja. Saya tambahi lagi ya, saya cuma ingin cium kaki saja ke ibu saya," ujar Ressa, berharap bisa menunjukkan baktinya.
Ressa juga secara blak-blakan mengungkapkan rasa irinya terhadap Aisha, putri Denada yang lain. Ia mempertanyakan mengapa dirinya seolah ditelantarkan, sementara Denada berjuang mati-matian untuk Aisha yang sedang sakit. "Ya... kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin? Padahal anaknya yang itu (Aisha) sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu," tambahnya, menunjukkan luka batin yang mendalam.
Menanggapi polemik ini, pihak Denada melalui manajernya, Risna Ories, menyayangkan gugatan tersebut karena menganggapnya sebagai masalah privasi keluarga. Namun, mereka memastikan akan menghormati proses hukum yang berjalan dan sedang mempelajari gugatan yang terdaftar dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN Byw. Sidang perdana telah digelar pada 8 Januari 2026, dengan kedua belah pihak diberikan waktu untuk mediasi, menandai babak awal dari saga hukum yang berliku ini.



