Viral Seekor Koyote Nekat Renang ke Pulau Penjara Paling Ikonik di AS, Alcatraz

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pulau Alcatraz selama ini dikenal sebagai simbol penjara dengan tingkat keamanan tinggi, tempat para narapidana dulu nekat mempertaruhkan nyawa dengan menantang arus dingin Teluk San Francisco demi melarikan diri. Namun kali ini, kisah sebaliknya justru datang dari alam liar. Pertama kalinya dalam sejarah, seekor koyote terekam kamera berenang menuju Pulau Alcatraz.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan koyote (Canis latrans) mengayuh tubuhnya menuju sisi selatan Pulau Alcatraz saat matahari mulai terbenam di Teluk San Francisco, Amerika Serikat. Sesampainya di tepi pulau, hewan itu tampak kesulitan naik ke bebatuan, tubuhnya gemetar dan terlihat sangat kelelahan.

Stanley Gehrt, profesor ekologi satwa liar di The Ohio State University sekaligus penulis buku Coyotes Among Us, mengaku terkejut melihat rekaman tersebut.

“Ada alasan kenapa manusia saja kesulitan untuk berenang di sana,” kata Gehrt seperti dikutip Live Science.

Menurut laporan, video tersebut direkam oleh seorang pengunjung Pulau Alcatraz pada 11 Januari 2025. Rekaman itu kemudian dibagikan kepada Aidan Moore, staf hubungan tamu Alcatraz City Cruises, yang selanjutnya melaporkannya kepada penjaga taman nasional. Media lokal SFGATE pertama kali mengabarkan kisah tak biasa ini.

“Di kawasan taman San Francisco dan Marin, koyote memang cukup sering terlihat. Tapi di Alcatraz, ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Julian Espinoza, juru bicara Golden Gate National Recreation Area, kepada SFGATE.

Ia menegaskan, ini adalah pertama kalinya para ahli biologi taman mengamati kejadian semacam ini. Koyote dikenal sebagai hewan yang cerdas, adaptif, dan mampu berenang. Gehrt mengatakan, dalam penelitiannya lewat Urban Coyote Research Project, ia beberapa kali melihat koyote menyeberangi danau di kawasan Chicago.

“Dalam beberapa kasus, mereka malah memilih berenang menyeberangi danau ketimbang memutari daratan,” ujarnya.

Namun, jarak dan kondisi perairan di sekitar Alcatraz jauh lebih ekstrem. Biasanya, Gehrt hanya melihat koyote berenang beberapa ratus meter di danau yang relatif tenang. Alcatraz sendiri berada di tengah muara dingin dengan arus kuat, alasan yang dulu membuat pulau ini dipilih sebagai lokasi penjara.

Pulau Alcatraz berjarak lebih dari 1,6 kilometer dari daratan utama. Sejumlah narapidana di masa lalu diduga tenggelam saat mencoba kabur. Kini, memang ada manusia yang berenang ke Alcatraz untuk rekreasi, tetapi dengan wetsuit, latihan khusus, dan pemandu profesional.

Hingga kini, belum diketahui pasti dari mana koyote itu berasal. Video sudah memperlihatkan hewan tersebut berada di air tanpa petunjuk titik awalnya. Namun, Gehrt yakin perjalanannya sangat berat.

“Saat keluar dari air, terlihat jelas ia sudah berenang sangat lama. Koyote yang biasa saya lihat tidak sampai terlihat seterpuruk itu. Jadi jelas itu adalah perjalanan berenang yang cukup jauh,” katanya.

Sebelumnya, koyote pernah terekam berenang ke Angel Island, pulau lain di Teluk San Francisco yang sejak 2017 memang dihuni koyote. Namun, Angel Island lebih dekat ke daratan dibanding Alcatraz. Menariknya, meski Angel Island berada di utara Alcatraz, jarak dari sana ke Alcatraz justru lebih jauh dibandingkan dari daratan San Francisco di selatan Jembatan Golden Gate.

SFGATE juga melaporkan adanya arus laut yang tidak biasa di teluk, diduga akibat limpasan air dari badai yang baru terjadi. Bisa jadi, koyote tersebut terseret arus saat melakukan renang yang lebih pendek, lalu berakhir di sekitar Alcatraz.

Gehrt menambahkan, koyote tidak selalu masuk ke air atas kemauan sendiri. Air kerap menjadi jalur pelarian dari manusia atau sesama koyote yang sangat teritorial. Namun, ia juga berspekulasi bahwa hewan ini mungkin terdorong oleh peluang, mulai dari sumber makanan hingga wilayah baru.

Awalnya, koyote hanya hidup di padang rumput dan gurun Amerika Utara bagian tengah dan barat. Namun sejak abad ke-19, aktivitas manusia seperti pembalakan, pertanian, serta perburuan serigala dan puma membantu memperluas habitat mereka. Seiring kota-kota berkembang, koyote pun beradaptasi menjadi “warga kota”, termasuk di San Francisco.

Christine Wilkinson, ilmuwan konservasi yang meneliti koyote di kawasan Teluk San Francisco, menduga koyote dalam video itu sedang berusaha membangun wilayah kekuasaannya sendiri. Ia memperkirakan hewan tersebut berasal dari kelompok di sekitar Coit Tower, wilayah daratan di selatan Alcatraz yang minim ruang hijau.

Wilkinson mengatakan, bagi koyote yang ingin berpindah ke selatan dari Coit Tower, ada risiko besar harus menyeberangi Interstate 280 dan tertabrak kendaraan. Berenang mungkin terlihat sebagai opsi yang lebih aman.

Biasanya, koyote mencari wilayah baru pada musim gugur hingga awal musim dingin, meski kejadian di bulan Januari bukan hal mustahil. Apalagi, saat ini mereka juga memasuki musim kawin yang berlangsung dari Januari hingga Maret.

Sejak video tersebut beredar, belum ada laporan penampakan lanjutan koyote di Alcatraz. Wilkinson menilai hewan itu tampak cukup lemah, namun ia menegaskan koyote adalah satwa yang sangat tangguh. Pulau Alcatraz sendiri memiliki cukup banyak sumber makanan, seperti telur burung, anak burung, tikus, dan mencit.

Koyote umumnya hidup dalam kelompok keluarga kecil yang dipimpin pasangan alfa. Sementara koyote soliter biasanya individu muda berusia 6 bulan hingga 2 tahun yang sedang mencari kelompok baru atau wilayah sendiri. Dalam penelitiannya, Gehrt bahkan pernah mencatat seekor koyote menjelajah lebih dari 240 kilometer, termasuk menyeberangi Sungai Ohio.

“Ini menunjukkan kemampuan luar biasa hewan ini dalam menghadapi berbagai tantangan, serta naluri mereka untuk menjelajah dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” tutup Gehrt.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kreator TikTok Asal Senegal Khaby Lame Jual Bisnis Rp 15,1 T ke Perusahaan AS
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
KDM Soal Penembakan Macan Tutul Langka di Karawang: Pelaku Sudah Diamankan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ditawari Jadi Menteri Kepolisian, Kapolri : Lebih Baik Saya Petani
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
5 Universitas di Luar Negeri yang Nggak Wajibkan IELTS
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Besok DPR Sahkan Deputi Gubernur BI Djiwandono, Isu Ponakan Prabowo Dikesampingkan
• 23 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.