Kementerian PU Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi Korban Longsor Cisarua

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pekerjaan Umum terus mengintensifkan pengerahan alat berat lintas balai untuk mendukung percepatan penanganan darurat serta evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan pembersihan material longsoran berjalan optimal di tengah medan yang sulit.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan telah menginstruksikan seluruh balai di wilayah Jawa Barat agar tetap siaga dan memberikan dukungan maksimal selama penanganan darurat masih berlangsung.

“Prioritas saat ini adalah mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat yang dilakukan oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan, termasuk dengan menyiapkan alat berat dan sarana pendukung yang dibutuhkan,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/1).

Baca juga : Pendataan Korban Longsor di Cisarua Dipisah antara TNI dan Sipil

Hingga Senin pukul 14.00 WIB, delapan unit alat berat telah dioperasikan di lokasi bencana. Penggunaan ekskavator mini menjadi andalan karena dinilai lebih efektif untuk bekerja di medan sempit dan akses terbatas.

Pengerahan peralatan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas balai teknis di bawah Kementerian PU, antara lain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta BBWS Cimanuk Cisanggarung.

BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat menurunkan enam unit ekskavator PC 75 untuk membantu pembukaan material longsoran dan proses evakuasi. Sementara itu, BBWS Citarum mengoperasikan satu unit ekskavator PC 55 mini, dan BBWS Cimanuk Cisanggarung turut menambah dukungan dengan satu unit ekskavator PC 55 mini di lokasi.

Baca juga : Pemkot Bandung Fokuskan Upaya Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Untuk mengendalikan genangan air dan lumpur, BBWS Citarum juga mengerahkan lima unit pompa alcon berkapasitas 16,7 liter per detik. Dari jumlah tersebut, dua unit telah beroperasi dan tiga unit lainnya dalam kondisi siaga. Namun, dua pompa yang sempat digunakan mengalami gangguan akibat kemasukan lumpur dan batu sehingga memerlukan perbaikan. Sebagai dukungan tambahan, satu unit mobile water tank berkapasitas 5.000 liter disiapkan untuk dikirim dari Indramayu.

Dukungan serupa juga diberikan BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan mengirimkan dua unit pompa alcon tambahan yang direncanakan mulai beroperasi pada Selasa pagi. Selain itu, satu unit ekskavator PC 55 mini dari Indramayu telah dimobilisasi dan dijadwalkan mulai bekerja efektif pada Selasa.

Di sisi lain, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat turut menyediakan sarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi. Fasilitas yang telah disiapkan meliputi tiga unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, dua unit tangki air 4.000 liter, tujuh unit toilet portabel, serta satu unit tenda hunian darurat.

Dengan dukungan sarana dan prasarana tersebut, seluruh sumber daya kini difokuskan untuk mempercepat pencarian korban serta pembersihan material longsor. Penanganan di Cisarua menghadapi tantangan berat akibat kondisi lumpur tebal dan keterbatasan akses, sehingga optimalisasi penggunaan ekskavator mini menjadi solusi utama di lapangan. (Ant/E-3)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Stafsus Yaqut Gus Alex Bungkam Usai Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi Haji
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Instagram, Facebook, dan WhatsApp Uji Coba Paket Langganan Premium
• 9 menit laluidxchannel.com
thumb
Tingkat hunian penginapan di Maninjau mulai membaik pascabencana
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
23 Prajurit Marinir Tewas dalam Longsor Cisarua
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Pemerintah Soroti Banjir dan Longsor Cisarua, Dorong Penanganan Terpadu dari Hulu ke Hilir
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.