Breaking News! Pagi-Pagi IHSG Sudah Ambruk 1,13%

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) loyo pagi ini, Selasa (27/1/2026). Setelah 10 menit dibuka, indeks sempat ambruk ke level 8.873,48 atau turun 1,13%.

Sebanyak 440 saham turun, 165 naik, dan 353 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 3,74 triliun, melibatkan 6,5 miliar saham dalam 486.600 kali transaksi. 

Sejumlah saham terkena aksi jual cukup besar pagi ini. Antam (ANTM) yang mencatat total transaksi Rp 630,6 miliar turun 2,94%. Lalu Sinergi Inti Andalan Prima (INET) dengan nilai transaksi Rp 392,4 miliar turun 5,88%.


Adapun memasuki perdagangan perdagangan kedua pekan ini, Selasa (27/1/2026), pasar keuangan dalam negeri berada di fase yang sangat sensitif.

Baca: Diam-Diam Ada Transaksi Jumbo di Perusahaan Induk Asuransi Ini

Investor dihadapkan pada kombinasi katalis dari dalam negeri terutama arah kebijakan moneter dan independensi BI ke depan setelah penetapan Deputi Gubernur BI baru. Serta sentimen eksternal yang beragam, mulai dari dimulainya rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed hingga dinamika kebijakan energi Uni Eropa dan rilis data perumahan AS yang berpotensi menjadi penggerak pasar hari ini.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan menggelar konferensi pers hari ini. Hadir dalam konferensi eprs Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, konferensi pers ini sangat ditunggu terutama dalam memberikan petunjuk kepada investor mengenai arah kebijakan moneter dan fiscal ke depan.

Menarik ditunggu apakah ada kebijakan baru dari pemangku kepentingan untuk lebih membuat pasar keuangan bergerak positif.

Sementara itu, Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan memulai rapat FOMC selama dua hari pada hari ini Selasa (27/1/2026). Namun, keputusan suku bunga beserta pernyataan kebijakan baru akan rilis pada Rabu (28/1/2026) pukul 14.00 waktu AS, atau Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Pasar menanti hasil rapat ini karena akan menjadi acuan arah aset global, mulai dari dolar AS, yield US Treasury, hingga selera risiko investor di emerging markets.

Sejalan dengan ekspektasi pasar, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas terbesar mengarah pada penahanan suku bunga. Untuk hasil pertemuan kali ini, FedWatch mencatat peluang ditahannya suku bunga AS pada level 3,50%-3,75% sebesar 97,2%, sementara peluang pemangkasan ke 3,25%-3,50% hanya sebesar 2,8%.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Normalisasi 3 Sungai Jadi Fokus Pramono Tangani Banjir Jakarta Jangka Menengah, Ciliwung, Krukut, Cakung
• 21 jam laludisway.id
thumb
Lalaikan Pemanasan, Pelajar SMP Tewas Tenggelam di GOR Senen
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persita Tangerang Fokus Hadapi Persija Jakarta pada Pekan ke-19 BRI Super League
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Misi Dagang ke Indonesia, Kementan AS Boyong Keju California hingga Apel Washington
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Astindo Sulsel Siap Gelar Musda II di Makassar, Ketua Baru Dipilih 12 Februari 2026
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.