Startup Hypefast Bidik IPO di BEI pada Pertengahan 2027

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Hypefast, perusahaan rintisan (startup) ritel berbasis teknologi mengungkapkan rencana go-public pada tahun depan.

Hypefast, perusahaan rintisan (startup) ritel berbasis teknologi mengungkapkan rencana go-public pada tahun depan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Hypfast Karya Nusantara (HKN) atau Hypefast, perusahaan rintisan (startup) ritel berbasis teknologi mengungkapkan rencana go-public pada pertengahan tahun depan.

Startup yang didirikan oleh Achmad Alkatiri tersebut resmi mengumumkan peta jalan (roadmap) strategis menuju Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering atau IPO), sejalan dengan peluncuran identitas korporasi baru.

Baca Juga:
Pramono Percaya Diri Bank Jakarta Bisa IPO Tahun Depan

Founder & CEO Hypefast, Achmad Alkatiri mengatakan, rencana ini juga menegaskan evolusi model bisnis Hypefast dari sebelumnya hanya sebagai agregator merek, menjadi perusahaan yang memiliki kontrol penuh atas merek mulai dari manufaktur hingga distribusi ke tangan konsumen. Dia menilai, infrastruktur menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Pasar Gen Z dan Milenial bergerak sangat cepat. Untuk menang di pasar ini dalam jangka panjang, sekadar viral tidak cukup. Kita butuh infrastruktur yang gesit. Itulah yang kami bangun, sebuah sistem terintegrasi di mana kami bisa memproduksi, mendistribusikan, dan memasarkan brand dengan efisiensi tingkat tinggi," katanya dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

Baca Juga:
Mau Dual Listing, Merdeka Gold (EMAS) Dikabarkan Jajaki IPO di Hong Kong

Optimisme atas rencana IPO Hypefast juga didukung oleh fundamental bisnis yang solid. Sejalan dengan transformasi, Hypefast telah mencatat EBITDA dan arus kas (cashflow) positif sejak 2024.

Achmad menilai, nilai jual utama Hypefast terletak pada ekosistem yang defensif dan agile. Dari sisi produksi, Hypefast mempunyai manufaktur mandiri untuk menjamin kecepatan (speed-t0-market) dan margin yang lebih sehat.

Dari sisi distribusi, jaringan offline Hypefast mencapai lebih dari 10.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Pada awal 2026, Hypefast juga meluncurkan D2C e-commerce website untuk setiap brand dengan fitur berbasis AI yang memberikan stabilitas pendapatan yang tidak hanya bergantung pada algoritma marketplace.

Selain itu, Hypefast juga didukung oleh 150 talenta ritel terbaik di kantor pusat yang mengelola operasional harian brand secara terpusat.

Didirikan di Jakarta pada 2019, Hypefast tercatat mengumpulkan dana dalam dua tahap dengan total nilai USD22 juta. Beberapa investor yang menanamkan modal kepada Hypefast yakni Monk's Hill Ventures dan Jungle Ventures.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Siapkan Skema Baru Penempatan Petugas di Mina
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Chef de Mission ASEAN Para Games Apresiasi Kontingen Indonesia Lampaui Target
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Pesan Purbaya  
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kondisi pengungsian di Hutanabolon Tapanuli Tengah berangsur normal
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.