Samuel Sekuritas merilis laporan riset terkait saham RLCO dengan target harga yang sangat ambisius.
IDXChannel - Samuel Sekuritas merilis laporan riset terkait PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan menetapkan target harga saham yang sangat ambisius.
RLCO yang saat ini sahamnya terkena suspensi mencatat kinerja saham yang cemerlang sejak IPO pada 8 Desember 2025. Kenaikan harga saham emiten sarang burung walet tersebut mencapai 5.000 persen ke level Rp8.700.
Samuel Sekuritas menyatakan, kenaikan harga saham RLCO belum akan berhenti. Sekuritas yang menjadi penjamin emisi efek (underwriter) IPO RLCO itu memasang target harga saham RLCO sebesar Rp80.000 dengan potensi upside hingga 820 persen.
"Kami menetapkan target harga Rp80.000, mencerminkan potensi kenaikan 820 persen, sejalan dengan skenario masuknya RLCO ke dalam MSCI Large Cap Index dengan nilai kapitalisasi pasar yang disesuaikan sebesar Rp50,1 triliun," tulis Analis Samuel Sekuritas, Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi dalam riset bertajuk "Flying High", Senin (26/1/2026).
Dari sisi fundamental, Kenzie dan Jonathan menilai, laba bersih RLCO pada 2026 mencapai Rp35 miliar, melampaui ekspektasi sekitar 15 persen. Sementara pendapatan RLCO diperkirakan mencapai Rp635 miliar sepanjang tahun lalu.
Samuel Sekuritas memprediksi penjualan RLCO mampu tumbuh dengan CAGR 21,5 persen hingga 2027. Selain itu, segmen consumer goods RLCO yang saat ini menyumbang 15,9 persen dari total penjualan bisa tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya prospek pasar suplemen makanan menjadi USD4,72 miliar pada 2030 dan semakin dikenalnya merek-merek RLCO, Realfood dan Momiku.
Di samping itu, pertumbuhan segmen ready-to-drink (RTD), ready-to-eat (RTE), dan minuman juga didukung oleh diversifikasi produk mulai dari jeli, kaldu ayam, hingga kolegen. Pasar-pasar ekspor baru juga bakal mendorong kinerja RLCO mulai dari Thailand (Q4-2025) dan Vietnam (2026) sebelum rencana memperluas jangkauan ekspor ke Filipina dan AS.
Saham RLCO saat ini disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) imbas kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Nilai kapitalisasi pasar RLCO saat ini sekitar Rp27 triliun.
(Rahmat Fiansyah)





