GenPI.co - Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang Pacitan, Jawa Timur, memicu kepanikan warga dan menyebabkan insiden ringan di sejumlah daerah, termasuk Trenggalek dan Tulungagung, pada Selasa (27/1).
Getaran gempa yang kuat ini membuat warga di perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum berhamburan keluar bangunan demi menyelamatkan diri.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan pihaknya melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh kecamatan serta sejumlah desa untuk memastikan dampak gempa di Pacitan.
“Berdasarkan hasil komunikasi dengan Kasi Sosial dan Ketenteraman di seluruh kecamatan serta laporan sampel dari beberapa desa, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan,” kata Erwin.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Selasa pukul 08.20 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 km.
Pihaknya masih melakukan pendataan masih bersama jejaring BPBD di tingkat kecamatan dan desa.
“Pemantauan terus kami lakukan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah,” imbuh dia.
Di sisi lain, BMKG memastikan gempa di Pacitan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Meski begitu, dia membeberkan guncangan gempa dirasakan kuat di sejumlah daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.
BMKG mencatat gempa dirasakan pada skala III–IV MMI di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung.
Lalu skala III MMI di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, serta skala II–III MMI di Madiun, Jember, Mojokerto, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono menyebut atap genting di SDN 3 Pogalan roboh.
Insiden ini menyebabkan beberapa siswa dan pegawai mengalami luka ringan.(ant)
Tonton Video viral berikut:

:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260125-Daftar-36-Kapolda-di-Indonesia-Usai-Mutasi-Januari-2026.jpg)

