KAI Daop 6 memberhentikan sejumlah kereta saat gempa bumi berkekuatan 4,5 magnitudo mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1) pukul 13.15 WIB.
Perjalanan kereta api: kereta jarak jauh, kereta bandara, KRL Commuterline dan kereta lokal di wilayah Daop 6 Yogyakarta dihentikan sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana usai gempa.
"Pemeriksaan prasarana usai gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga," kata Feni Novida Saragih selaku Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.
Perjalanan kereta dilanjutkan setelah pemeriksaan rampungTim mengecek jembatan, jalur rel dan prasarana pendukung lain.
Setelah dipastikan aman, pada pukul 13.38 WIB semua kereta api diizinkan melanjutkan perjalanan.
17 kereta api berhenti sementara selama proses pemeriksaan prasarana pasca gempa demi keselamatan, dengan daftar KA sebagai berikut:
KA 46 Taksaka
KA 724 Commuter line Yogyakarta-Palur
KA 74 Fajar Utama Solo
KA 6 Argo Semeru
KA 78B Lodaya
KA 10A Argo Wilis
KA 705 Commuter line Palur-Yogyakarta
KA 235F Sancaka Utara
KA 257 Progo
KA 504 Prameks Kutoarjo-Yogyakarta
KA 188 Joglosemarkerto
KA 153 Ranggajati
KA 154 Ranggajati
KA 167B Kertanegara
KA 5 Argo semeru
KA 573B BIAS
KA 2603 Mawalo Tanker
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa di Bantul adalah gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
Hasil monitoring hingga pukul 13.45 WIB, ada 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 2.0.





