JAKARTA, KOMPAS.TV- Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang jaksa penuntut umum (JPU) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Tantangan itu disampaikan oleh Ahok dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV, Claudia Carla Sonia Septiana, Selasa (27/1/2026).
Bermula dari JPU yang mengkonfirmasi keterangan Ahok terkait pencopotan dua mantan direksi anak Perusahaan Pertamina yaitu Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan Mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid.
Baca Juga: ICW Desak Immanuel Ebenezer Bongkar Tuntas Kasus Pemerasan K3 di Persidangan
Ahok yang dihadirkan sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa termasuk Kerry Adrianto Riza justru menegaskan jika 2 mantan direksi anak Perusahaan Pertamina tersebut sebagai orang yang berintegritas.
Menurut Ahok, kedua mantan direksi tersebut justru berkomitmen untuk membenahi kilang serta tata kelola Pertamina Patra Niaga. Namun, kata Ahok, keduanya lebih memilih kekhilangan jabatan daripada menandatangni pengadaan yang bermasalah.
Oleh karena itu, Ahok mengaku dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina kala itu menahan tangis mengetahui dua direksinya yang berintegritas dicopot.
“Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau lakukan, lakukan, dicopot,” kata Ahok.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Pengamat: Reshuffle Mungkin Terjadi dalam Konteks Luas
“Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ahok
- jokowi
- ahok tantang jaksa
- basuki tjahaja purnama
- pertamina
- korupsi



