Kisah Miss Cimory Mengubah Jerih Payah Menjadi Aset Masa Depan

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSARDi balik panggung penghargaan Miss Cimory Awards 2026 pekan
lalu, terungkap pola ekonomi baru yang tumbuh dari teras rumah.

Ribuan ibu rumah tangga kini tidak lagi sekadar mencari penghasilan tambahan, tapi juga berkemampuan menjadi pengelola dan pembangun aset keluarga.

Direktur Cimory Group, Hendri Viarta, mengemukakan kebanggaannya, pencapaian terbesar Miss Cimory bukan angka penjualan, tapi ketika para ibu mulai membangun aset.

“Ketika pendapatan berubah menjadi tanah, emas, atau pendidikan anak, di situlah kemandirian ekonomi benar-benar terjadi,” ucapnya.

Semangat inilah yang mewarnai Miss Cimory Awards 2026. Melalui program ini, hasil penjualan tak berhenti sebagai konsumsi harian, namun berkembang menjadi investasi jangka panjang.

“Ini mulai dari properti, sawah, hingga modal usaha yang menopang ekonomi rumah tangga,” ucapnya.

Membangun Kemandirian Finansial dari Teras Rumah Kisah para pemenang tahun ini membuktikan dampak nyata bagi masa depan keluarga.

Salah satunya Ibu Niar (45 tahun) dari Tegal. Bergabung sejak 2017, ia membuktikan konsistensi menyisihkan penghasilan berbuah manis.

“Dahulu fokusnya cukup hari ini. Sekarang saya berpikir lima hingga sepuluh tahun ke depan, mulai dari rumah sendiri hingga biaya kuliah anak,” tuturnya.

Kisah serupa datang dari Ibu Dini (41 tahun) asal Bandung. Ia memilih mengonversi hasil penjualan yogurt menjadi jaminan hari tua, seperti emas, dua unit rumah, satu mobil, dan usaha laundry.

Sementara Ibu Sunanti (49 tahun) di Jakarta, mampu memodali bengkel suami dan menguliahkan kedua anaknya hingga lulus sarjana.

Tak kalah inspiratif, jerih payah Ibu Darini (51 tahun) dari Pondok Aren kini berwujud aset berupa sebidang sawah produktif, rumah kontrakan, dan mobil, yang kini menjadi tabungan jangka panjang keluarga.

Iapun berhasil menunaikan ibadah Umrah ke tanah suci. Cerita keberhasilan Miss Cimory tersebut membuktikan bahwa satu ibu yang berdaya mampu menciptakan efek ganda bagi ekonomi keluarga besarnya.

Disiplin Tinggi sebagai Fondasi Pembangunan Aset Keluarga Pencapaian-pencapain tersebut tidak instan. Pada Miss Cimory Awards 2026, 461 Miss Cimory menerima penghargaan atas konsistensi dan pencapaian mereka sepanjang tahun.

Apresiasi utama diberikan kepada 199 pemenang kategori Growth Business dan 211 pemenang kategori Growth People yang menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan.

Tak hanya itu, apresiasi juga disematkan kepada 25 ibu kategori Best MP yang unggul dalam distribusi produk daging olahan (Meat Product), serta 25 ibu kategori Best CMD dengan performa terbaik di lini produk susu dan dairy.

Puncaknya, satu sosok inspiratif dengan performa paripurna dinobatkan sebagai Best Miss Cimory 2025, yaitu Ibu Tianisah Siregar (51 tahun) dari Cimory Center wilayah Jawa Barat.

Kunci sukses mereka adalah disiplin melalui Noon Ceremony (NC). Sesi rutin pukul 13.00 ini menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.

Di sinilah para ibu belajar berpikir terstruktur, mengelola waktu, melek digital, dan mulai memandang penghasilan sebagai alat perencanaan masa depan.

“Miss Cimory bukan sekadar program jangka pendek, tapi sebagai sistem pembelajaran hidup,” ucapnya.

Dari disiplin harian, ibu-ibu belajar merencanakan masa depan, bukan hanya bertahan hari ini.

Dampak Nyata bagi Negeri Keberhasilan para ibu ini menjadi bukti nyata bahwa dampak Miss Cimory melampaui sekadar pertumbuhan bisnis, melainkan menyentuh tiga pilar strategis yang saling berkaitan.

Dimulai dari upaya memperluas distribusi akses produk bernutrisi langsung ke meja makan keluarga, program ini menciptakan fondasi kuat bagi pembangunan generasi penerus.

Bukti paling nyata terlihat tahun ini, di mana tercatat 29 anak Miss Cimory berhasil lulus Sarjana (S1), lima di antaranya merupakan anak dari pemenang penghargaan tahun ini.

“Bangga rasanya bisa bawa anaknya sampai sarjana, sekarang punya karir masing masing, dua duanya jadi guru,” ungkap Tutut asal Yogyakarta.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa nutrisi yang baik dan stabilitas ekonomi keluarga menjadi fondasi pendidikan yang berkelanjutan.

Secara makro, inisiatif ini turut mendukung agenda pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera, mandiri secara ekonomi, dan inklusif secara finansial.

Hendri menegaskannbahwa pencapaian pendidikan anak-anak tersebut adalah validasi tertinggi dari jerih payah paranibu di lapangan.

“Ijazah sarjana anak-anak mereka adalah simbol kemenangan terbesar dari perjuangan para ibu yang memutus rantai kemiskinan antar generasi,” tegas Hendri.

Kemandirian seorang ibu juga bisa memastikan pembangunan bangsa dimulai dari rumah. Memasuki 2026, Cimory membuka kesempatan bagi lebih banyak ibu rumah tangga untuk bergabung dalam program Miss Cimory.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui Cimory.com, akun Instagram @misscimory.id, atau dengan mengunjungi Cimory Center terdekat.

Dari teras rumah, para ibu ini membuktikan bahwa masa depan keluarga tidak selalu dibangun di ruang rapat melainkan lewat disiplin, keberanian, dan keputusan finansial yang diambil setiap hari. (wis)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar IPO Terbesar Asia Tenggara 2025, EMAS dan SUPA Masuk Top 10
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Udinese Hajar Verona 3-1, Bikin Bianconeri Meroket ke Papan Tengah Klasemen Serie A
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhan Jerman Murka, Trump Bakal Diberi Pelajaran Secara Terbuka
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Geledah Kantor PUPR Kota Madiun, Kembangkan Kasus OTT Korupsi Perizinan
• 2 jam lalurealita.co
thumb
KPK: Perhitungan Kerugian Negara di Kasus Kuota Haji Masuk Tahap Akhir
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.