jpnn.com, CISARUA - Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun material longsor di Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pada hari ke empat operasi pencarian, petugas mulai mengerahkan alat berat dan juga K-9 atau anjing pelacak.
BACA JUGA: Hari Ke-4 Longsor Cisarua, Basarnas Perluas Area Pencarian Korban
Direktur Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bramantyo mengatakan, sampai dengan hari ini, petugas masih berupaya mencari puluhan korban yang masih tertimbun.
Operasi pencarian sempat mengalami kendala sebab cuaca yang tidak mendukung.
BACA JUGA: Update Longsor Cisarua: Basarnas Serahkan 29 Kantong Jenazah ke Tim DVI Polda Jabar
Selain itu, tantangan terbesar dalam operasi SAR masih berasal dari kondisi alam dan kontur tanah yang labil.
"Tantangan terbesar hari ini masih sama seperti kemarin, selain faktor alam juga kontur tanah. Karena di lapangan, begitu kami angkat satu bagian, kadang langsung terjadi pergerakan tanah lagi," kata Bramantyo saat ditemui di Pos Basarnas Pasirlangu, Selasa (27/1).
BACA JUGA: Fraud DSI Kerap Sulit Dideteksi Pengawas, Celios Ungkap Penyebabnya
Terkait potensi longsor susulan, dia menegaskan Basarnas tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Untuk potensi longsor susulan, saya tidak berani menjawab. Itu kewenangan tim terkait.
"Yang penting kami tetap berdoa dan di setiap lokasi sudah ditempatkan safety officer. Organisasi sudah kami atur agar pelaksanaan maksimal," lanjutnya.
Penanganan jenazah, lanjut dia, dilakukan sesuai prosedur dengan dukungan tenaga medis.
Sementara itu, akses keluarga korban ke area terdampak masih dibatasi demi keselamatan.
"Terkait kondisi jenazah, kita upayakan penanganan sebaik mungkin. Kami siapkan vaksin, ada dukungan dari tenaga kesehatan dan dokter. SOP di lapangan tetap ketat dari awal sampai sekarang," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




