Cianjur (ANTARA) - Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 28 siswa SDN Wargasari-Kadupandak, mendapat perawatan karena mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), 11 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
Kepala Puskesmas Kadupandak Suryana saat dihubungi, Selasa, mengatakan puluhan siswa yang mengalami keracunan mengeluh mual, pusing, muntah dan demam setelah beberapa puluh menit menyantap hidangan MBG.
"Sejak pagi sampai petang total siswa yang menjalani perawatan sebanyak 28 orang, 11 orang siswa dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya terus memburuk," katanya.
Pihaknya memastikan pelayanan kesehatan terhadap puluhan siswa keracunan dilakukan secara maksimal, sehingga kondisi kesehatan mereka kembali pulih seperti semula dan dapat kembali bersekolah normal.
Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan guna melakukan pemeriksaan terkait sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa, termasuk mengambil sampel makanan dan muntahan siswa.
"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinkes Cianjur, agar dilakukan pemeriksaan sampel makanan dan muntahan siswa guna memastikan penyebab keracunan," katanya.
Kapolsek Kadupandak AKP Deden Hermansyah, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan puluhan siswa dengan mengambil sampel makanan dan muntah untuk diuji laboratorium.
Pihaknya belum dapat memastikan karena sejumlah siswa yang ikut memakan hidangan MBG tidak mengalami gejala keracunan, sedangkan yang tidak menyantap ada yang mengalami muntah dan diare.
Baca juga: Sembilan pelajar SMK Sore Tulungagung dirawat diduga keracunan MBG
"Kami lakukan penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan terhadap puluhan siswa tersebut, sampel makanan dan muntah sudah dikirim untuk uji laboratorium, karena ada yang menyantap tidak bergejala dan ada yang tidak menyantap bergejala," katanya.
Sementara sejumlah orang tua siswa, mengatakan anaknya mengeluh pusing, mula, muntah, dan demam ketika hendak diantarkan pulang ke rumah dalam perjalanan masih mengalami hal yang sama, sebagian besar menyantap hidangan MBG yang dibagikan di sekolah.
"Anak saya mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan MBG dimana salah satu menu yang dihidangkan ayam bumbu mengeluarkan bau tidak sedap, kemungkinan besar dari menu tersebut," kata orang tua siswa Indah (36).
Sementara Kepala SPPG Gandasari Gungun Muparih, membantah keracunan menimpa puluhan siswa di SDN Wargasari karena menu MBG yang mereka bagikan karena ada yang menyantap tapi tidak keracunan, sehingga pihaknya menunggu hasil penyelidikan dinas terkait dengan kepolisian.
"Untuk pastinya menunggu hasil penyelidikan karena ada yang tidak menyantap juga mengalami gejala dan siswa yang menyantap ada juga yang tidak bergejala, kami selalu memastikan menu yang diolah sebelum disajikan sudah melalui pemeriksaan ketat," katanya.
Baca juga: Ribuan pelajar SMKN 3 Boyolangu jalani survei epidemiologi diare MBG
Kepala Puskesmas Kadupandak Suryana saat dihubungi, Selasa, mengatakan puluhan siswa yang mengalami keracunan mengeluh mual, pusing, muntah dan demam setelah beberapa puluh menit menyantap hidangan MBG.
"Sejak pagi sampai petang total siswa yang menjalani perawatan sebanyak 28 orang, 11 orang siswa dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya terus memburuk," katanya.
Pihaknya memastikan pelayanan kesehatan terhadap puluhan siswa keracunan dilakukan secara maksimal, sehingga kondisi kesehatan mereka kembali pulih seperti semula dan dapat kembali bersekolah normal.
Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan guna melakukan pemeriksaan terkait sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa, termasuk mengambil sampel makanan dan muntahan siswa.
"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinkes Cianjur, agar dilakukan pemeriksaan sampel makanan dan muntahan siswa guna memastikan penyebab keracunan," katanya.
Kapolsek Kadupandak AKP Deden Hermansyah, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan puluhan siswa dengan mengambil sampel makanan dan muntah untuk diuji laboratorium.
Pihaknya belum dapat memastikan karena sejumlah siswa yang ikut memakan hidangan MBG tidak mengalami gejala keracunan, sedangkan yang tidak menyantap ada yang mengalami muntah dan diare.
Baca juga: Sembilan pelajar SMK Sore Tulungagung dirawat diduga keracunan MBG
"Kami lakukan penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan terhadap puluhan siswa tersebut, sampel makanan dan muntah sudah dikirim untuk uji laboratorium, karena ada yang menyantap tidak bergejala dan ada yang tidak menyantap bergejala," katanya.
Sementara sejumlah orang tua siswa, mengatakan anaknya mengeluh pusing, mula, muntah, dan demam ketika hendak diantarkan pulang ke rumah dalam perjalanan masih mengalami hal yang sama, sebagian besar menyantap hidangan MBG yang dibagikan di sekolah.
"Anak saya mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan MBG dimana salah satu menu yang dihidangkan ayam bumbu mengeluarkan bau tidak sedap, kemungkinan besar dari menu tersebut," kata orang tua siswa Indah (36).
Sementara Kepala SPPG Gandasari Gungun Muparih, membantah keracunan menimpa puluhan siswa di SDN Wargasari karena menu MBG yang mereka bagikan karena ada yang menyantap tapi tidak keracunan, sehingga pihaknya menunggu hasil penyelidikan dinas terkait dengan kepolisian.
"Untuk pastinya menunggu hasil penyelidikan karena ada yang tidak menyantap juga mengalami gejala dan siswa yang menyantap ada juga yang tidak bergejala, kami selalu memastikan menu yang diolah sebelum disajikan sudah melalui pemeriksaan ketat," katanya.
Baca juga: Ribuan pelajar SMKN 3 Boyolangu jalani survei epidemiologi diare MBG



