GERD Tak Sebabkan Henti Jantung, Ini Penjelasan Doktif agar Masyarakat Tak Overthinking

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita
Grid.ID - Dokter Detektif atau Doktif menegaskan penyakit GERD tidak berkaitan langsung dengan henti jantung. Pernyataan ini disampaikannya untuk meluruskan informasi yang kerap menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Menurut Doktif, masih banyak orang salah kaprah soal gejala nyeri dada. Ia menyebut nyeri akibat asam lambung sering disalahartikan sebagai gangguan jantung.

Doktif menjelaskan bahwa GERD merupakan gangguan pada saluran pencernaan. Sementara henti jantung berkaitan dengan sistem kardiovaskular yang berbeda mekanisme.

“GERD tidak ada hubungannya dengan cardiac arrest,” ujar Doktif saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/01/2026).

Ia menyebut sensasi nyeri dada pada GERD terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut bisa menyerupai nyeri dada akibat jantung, namun penyebabnya berbeda.

Doktif meminta masyarakat tidak langsung panik saat mengalami gejala GERD. Ia menilai kepanikan berlebihan justru dapat memperburuk kondisi tubuh.

“Penderita GERD tidak perlu takut berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hingga kini tidak ada bukti medis yang menyatakan GERD menyebabkan henti jantung. Oleh karena itu, informasi yang beredar perlu disaring dengan bijak.

Doktif juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis jika muncul keluhan serius. Diagnosis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan, bukan berdasarkan asumsi pribadi.

Overthinking justru bisa memperparah keluhan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Doktif turut membagikan edukasi soal pola hidup sehat. Ia menekankan pengelolaan stres dan pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan lambung.

 

Ia menyarankan penderita GERD tetap menjalani aktivitas normal dengan pengawasan medis. Menurutnya, kualitas hidup bisa tetap terjaga dengan penanganan tepat.

Doktif berharap edukasi ini bisa mengurangi ketakutan berlebihan di masyarakat. Ia ingin publik lebih fokus pada fakta medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang penting pahami penyakitnya, bukan panik,” katanya.

Menutup pernyataannya, Doktif mengajak masyarakat berpikir rasional soal kesehatan. Ia menegaskan informasi akurat adalah kunci menjaga ketenangan dan keselamatan.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Vietnam Pakai Pemain Muda di Piala Asia Futsal: Persiapan ke Piala Dunia
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Usai Banjir Bandang, 912 Warga Hutanabolon Bertahan di Pengungsian
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League: Suporter Minta Bek dan Striker, Arema FC Justru Kenalkan Kiper Baru
• 6 menit lalubola.com
thumb
Bojan sebut kedatangan dua pemain anyar untuk tambah kekuatan Persib
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Menikmati Sajian Imlek Spesial Dikelilingi Alam Bali di The Puhu Restaurant
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.