Mobil Listrik Jangan Terjang Banjir, Risiko Kerusakan Bisa Mahal

medcom.id
23 jam lalu
Cover Berita
Bandung: Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pengguna mobil listrik agar tidak menerjang banjir. Langkah tersebut berisiko merusak sistem kelistrikan dan sensor kendaraan.
 
Yannes menjelaskan baterai utama kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) memang dirancang kedap air dengan standar IP67 atau IP68. Namun, perlindungan itu tidak berarti seluruh sistem kendaraan aman saat terendam banjir.
 
“IP67 itu jaminan darurat, bukan jaminan kendaraan bisa digunakan semaunya untuk menerobos banjir,” kata Yannes saat dihubungi ANTARA.

Menurut dia, risiko terbesar justru bukan berasal dari baterai tegangan tinggi, melainkan dari sistem kelistrikan 12 volt dan ratusan sensor yang menjadi pusat kendali kendaraan.
 
Baca Juga: Chery Bakal Perkenalkan 7 Mobil Baru Tahun Ini, Ada Mesin Diesel Hybrid
 
Komponen seperti ECU, modul ABS, hingga sensor parkir tersebar di berbagai bagian mobil. Sebagian besar komponen tersebut tidak memiliki perlindungan sekuat battery pack.
 
Air banjir yang keruh atau air rob yang mengandung garam dapat memicu korosi secara bertahap. Dampaknya sering kali tidak langsung terasa.
 
“Gejalanya bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian, seperti error sensor, fitur ADAS mendadak nonaktif, atau alarm palsu,” ujar Yannes.
 
Kerusakan akibat korosi umumnya tidak bisa diperbaiki dan memerlukan penggantian modul elektronik. Selain mahal dan ketersediaannya terbatas, penggantian modul juga membutuhkan kalibrasi ulang sistem, termasuk radar dan kamera fitur keselamatan.
 
Baca Juga: Pemesanan Jaecoo J5 Membeludak, Perakitan Terus 'Dikejar'
 
Jika kalibrasi tidak presisi, fitur seperti pengereman darurat otomatis atau lane keep assist justru berpotensi membahayakan.
 
Terkait baterai, Yannes menegaskan komponen ini memang paling terlindungi karena diawasi oleh battery management system (BMS). Sistem tersebut secara otomatis memutus aliran listrik tegangan tinggi bila terdeteksi kebocoran arus.
 
Meski demikian, perlindungan tersebut tetap memiliki batas, terutama jika kendaraan terendam lama atau terkena tekanan air ekstrem.
 
“Jika terjadi rembesan kecil yang memicu korosi internal, risikonya bisa berujung pada kegagalan mendadak atau thermal runaway. Biaya penggantian battery pack bahkan bisa mencapai 40–50 persen dari harga mobil baru,” katanya.
 
Baca Juga: Yamaha TMax Terbaru Kantongi Harga Segini pada Januari 2026
 
Karena itu, Yannes menyarankan pemilik mobil listrik lebih waspada saat musim hujan dan banjir.
 
Beberapa langkah perawatan yang disarankan antara lain memastikan port pengisian daya selalu kering, membersihkan kolong mobil dari lumpur dan garam, memeriksa karet penyekat pintu, serta menjaga kebersihan kamera dan sensor.
 
“Inspeksi profesional pascabanjir sangat penting. Risiko kerusakan tersembunyi dan biaya perbaikannya jauh lebih besar dibandingkan kenikmatan sesaat saat nekat menerobos banjir,” tutup Yannes.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ahok Bongkar Alasan Mundur dari Pertamina: Karena Beda Pandangan Politik
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Kembalikan Aset Negara Rp 1,5 Triliun pada 2025
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Tumpukan Debu hingga Risiko Kesehatan Mengancam Aceh, Dampak Pendangkalan Sungai Pascabencana
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Reshuffle Kabinet 5 Mencuat, Nama-Nama Baru mulai Bermunculan!
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
• 22 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.