Produksi Neta di Indonesia Sudah Berhenti Sejak Enam Bulan Lalu

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Operasional bisnis Neta di Indonesia tengah memasuki fase penyesuaian seiring restrukturisasi perusahaan induknya, Hozon Auto, di China sejak 2025. Dampaknya, aktivitas perakitan mobil listrik Neta di Tanah Air diketahui telah berhenti sementara dalam beberapa bulan terakhir.

Penghentian produksi tersebut terjadi di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), yang menjadi mitra lokal perakitan CKD Neta. Proses produksi bahkan sudah tidak berjalan sejak sekitar enam bulan lalu.

“Saat ini (prouksi Neta) berhenti. Berhentinya sudah lama, enam bulan yang lalu. Sementara (mungkin),” ungkap Wakil Presiden Komisaris PT Handal Indonesia Motor, Jongkie D. Sugiarto, saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Meski lini produksi dihentikan, ketersediaan kendaraan dan komponen Neta disebut masih aman. Jongkie menyebut, stok bahan baku dan unit kendaraan yang sudah dirakit masih berada di fasilitas HIM.

“Bahan baku masih ada, terus mobil jadinya juga masih ada di tempat kita. Tapi saya nggak tahu kenapa, karena APM-nya bukan saya,” sambung Jongkie.

Sebagai informasi, Neta menggandeng PT Handal Indonesia Motor untuk merakit dua model mobil listrik, yakni Neta V-II dan Neta X. Perakitan kedua model tersebut dilakukan di pabrik Pondok Ungu, Bekasi, sejak kuartal kedua 2024.

Di tengah isu restrukturisasi Hozon Auto, PT Neta Auto Indonesia (NAI) menegaskan bahwa keberadaan merek Neta di Indonesia tetap berlanjut. Namun, saat ini operasional dijalankan dengan sistem dan strategi yang disesuaikan dengan kondisi global perusahaan.

Head of Marketing PT Neta Auto Indonesia, Irvan Mustafa, mengatakan pihaknya masih memantau langsung perkembangan restrukturisasi perusahaan induk di China. Saat ini, perwakilan Neta Indonesia bahkan tengah berada di negara asal untuk mengikuti proses pemulihan bisnis tersebut.

“Jadi untuk 2026 sendiri kalau kita berbicara soal keberadaan itu masih tetap akan ada di Indonesia. Jadi secara ATPM kita masih ada dan saat ini kami tengah fokus benahi after sales,” kata Irvan kepada kumparan, Kamis (22/1/2026).

Dalam penyesuaian operasional tersebut, jaringan diler dan bengkel resmi Neta mengalami perubahan. Saat ini, layanan purna jual Neta dijalankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kalau berbicara 3S boleh dibilang secara official memang sudah tidak ada. Makanya kami bekerja sama dengan Otoklix yang punya jaringan bengkel tersebar di Indonesia dan ada juga yang lainnya di Tangerang,” imbuhnya.

Berdasarkan pembaruan terbaru, layanan purna jual Neta kini dilayani melalui jaringan Otoklix yang mencakup berbagai kota di Indonesia. Selain itu, layanan juga tersedia di ANMA Mobil, Tangerang, dengan jaringan lain yang disebut akan terus bertambah.

Terkait layanan purna jual, Neta Indonesia menegaskan komitmennya terhadap konsumen tetap terjaga. Perusahaan memastikan ketersediaan suku cadang dalam kondisi aman serta menjamin seluruh kebijakan garansi tetap berjalan tanpa penyesuaian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Zhang Youxia Diduga Bocorkan Informasi Senjata Nuklir Tiongkok ke AS, Diselidiki Atas Dugaan Korupsi dan Pelanggaran Disiplin
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
• 43 menit lalusuara.com
thumb
FIFA Beri Lampu Hijau! John Herdman yang akan Terbang ke Eropa Bisa Rayu 4 Pemain Keturunan Ini untuk Perkuat Timnas Indonesia, Siapa Saja?
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhaj Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Naik Haji Pakai Uang Korupsi
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
8 Rekomendasi DPR untuk Percepatan Reformasi Polri, Ini Detailnya
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.