EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan Venezuela sedang membebaskan tahanan politiknya dengan kecepatan yang dipercepat dan proses tersebut akan semakin dipercepat dalam waktu dekat, menurut unggahan Trump di platform Truth Social.
“Saya senang melaporkan bahwa Venezuela membebaskan tahanan politiknya dengan cepat, dan kecepatan ini akan meningkat dalam waktu dekat. Saya ingin berterima kasih kepada kepemimpinan Venezuela karena telah menyetujui tindakan kemanusiaan yang luar biasa ini!” tulis Trump.
Sebelumnya, media, mengutip organisasi hak asasi manusia Venezuela, Foro Penal, melaporkan bahwa lebih dari 100 tahanan politik telah dibebaskan dalam beberapa minggu terakhir di tengah tekanan dari Amerika Serikat.
Hingga Minggu, 19 Januari, setidaknya 104 orang telah dibebaskan dari tahanan. Mereka dilaporkan ditangkap karena ikut serta dalam protes.
Pembebasan tiga warga negara Ukraina yang ditahan secara ilegal di Venezuela telah dilaporkan sebelumnya.
Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, hal ini dimungkinkan berkat upaya terkoordinasi dari para diplomat Ukraina dan dukungan dari Amerika Serikat dan mitra-mitra Eropa.
Hubungan AS–Venezuela
Sementara itu, penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan negara itu lelah dengan campur tangan AS selama persiapan reformasi di sektor minyak dan pembebasan tahanan politik.
Berbicara kepada para pekerja industri minyak di negara bagian Anzoátegui, Rodríguez menekankan bahwa “politisi Venezuela harus memutuskan sendiri masalah kita.”
Pada tanggal 3 Januari, Amerika Serikat melakukan operasi khusus skala besar di Venezuela, melancarkan serangan udara di ibu kota, Caracas. Operasi tersebut bertujuan untuk menahan diktator Venezuela Nicolás Maduro, yang dilaporkan dibawa oleh pasukan AS ke Amerika Serikat bersama istrinya, Cilia Flores. (yn)





