jpnn.com, JAKARTA - Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap era digital.
Melalui peresmian di UBM Tower, Kampus Serpong, universitas ini memperkenalkan tiga fasilitas pembelajaran terpadu sekaligus yang dirancang untuk menjawab tantangan dunia nyata.
BACA JUGA: Universitas Bunda Mulia Meraih Akreditasi Internasional Institusi, Daya Tawar Lulusan Makin Tinggi
Tiga fasilitas tersebut mencakup The UBM Library, The UBM Design Studio, dan The UBM Immersive Design Lab.
Ketiganya hadir sebagai satu ekosistem yang saling terhubung untuk mendukung proses belajar mahasiswa.
BACA JUGA: Universitas Bunda Mulia Meluncurkan Prodi AI, Pertama di Indonesia
"Pendidikan tinggi tidak lagi dapat berjalan secara terpisah antara literasi, kreativitas, dan teknologi, karena itu penting adanya ekosistem yang terintegrasi," kata Rektor UBM, Doddy Surja Bajuadji saat peresmian, Senin (26/1).
Peresmian fasilitas ini dilakukan melalui prosesi pengguntingan pita di The UBM Library.
BACA JUGA: Universitas Bunda Mulia Menggelar Industri Visit ke HashMicro
Perpustakaan modern tersebut tidak hanya menjadi pusat literasi, tetapi juga dilengkapi dengan ruang diskusi, ruang kolaborasi.
Universitas itu juga terhadap The UBM Cafe untuk menunjang kenyamanan mahasiswa dalam menciptakan ide baru..
Ada dua fasilitas yang difokuskan pada pengembangan karya visual dan teknologi yaitu The UBM Design Studio, yang menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk menghasilkan karya mulai dari seni lukis, ilustrasi, hingga desain produk.
The UBM Immersive Design Lab yang menghadirkan ruang eksplorasi berbasis teknologi imersif sebagai wadah adaptasi digital bagi karya mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UBM, Indah Tjahjawulan menambahkan, laboratorium imersif ini diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif mahasiswa.
"Fasilitas ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin bagi dosen maupun mitra industri," katanya.
Bersamaan dengan peresmian tersebut, diadakan pula acara bedah buku karya Dosen DKV UBM berjudul "Prinsip dan Panduan Penggunaan Kecerdasan Artifisial bagi Profesional Praktisi, Akademisi dan Institusi Pendidikan". Buku ini memberikan pedoman etis mengenai pemanfaatan AI dalam proses kreatif.
Melalui kehadiran fasilitas baru ini, UBM yang telah terakreditasi Unggul dan Internasional menegaskan arah strategisnya dalam membangun pendidikan yang relevan dengan industri kreatif.
Dengan kurikulum berbasis praktik dan pemanfaatan teknologi cerdas, UBM memastikan para lulusannya siap memberikan nilai tambah di dunia profesional.
Saat ini, UBM menawarkan berbagai program studi mulai dari Manajemen hingga Kecerdasan Buatan (AI) di kedua kampusnya yang berlokasi di Ancol dan Serpong. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Universitas Gunadarma Jadi Saksi Hadirnya Google Gemini Arena di Indonesia
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad


